Selamat datang di komunitas petarung----disini tempat memberikan info dan teknik dalam beladiri ataupun pertarungan dari berbagai sumber

Muay Thai Thai Boxing ( มวยไทย )


Muay Thai adalah seni bela diri tangan kosong kuno yang berasal dari Thailand. Seorang petarung Muay Thai melakukan serangan ke kepala, badan, dan kaki lawannya dengan menggunakan kepalan, sikut, lutut dan tulang kering. Pada dasarnya Muaythai mempunyai bentuk pukulan yang hampir sama dengan jenis pukulan tinju ala barat. Muay Thai pada masa sekarang juga popular dengan nama lain “ Thai Boxing “.

Sejarah

Thai Boxing sendiri memiliki sejarah yang panjang di Thailand, militer Thailand menggunakan bentuk modifikasi dari Thai Boxing yang disebut Lerdrit. Thai Boxing tradisional, seperti yang diajarkan sekarang, sedikit berbeda dari aslinya, menggunakan tendangan dan tinju dalam sebuah arena dan menggunakan sarung tinju seperti yang digunakan pada tinju di negara barat. Thai Boxing mengacu pada sebutan “seni delapan lengan” Thai Boxing dianggap sebagai pengembangan dari ilmu bela diri tradisional yang berasal dari Asia Tenggara. Muaythai adalah jenis beladiri yang pertama kali dipopulerkan di luar asia tenggara dari berbagai jenis bela diri tradisional yang terdapat di asia tenggara

Peneliti beladiri menyebutkan bahwa Muay Thai merupakan bagian dari keterampilan beladiri yang berasal dari Thailand yang bernama Krabi Krabong ( Beladiri militer yang menggunakan senjata ). Ketika tidak dipersenjatai para praktisi Krabi Krabong beralih ke tehik bertarung yang menggunakan kaki dan tehnik bantingan. Berkembang seiring dengan waktu maka terciptalah muay boran (aliran muay thai kuno). muay boran dibagi menjadi Muay ThaSao (Utara), Muay Thai Korat (Timur atau timur laut), Muay Thai Lobburee (daerah tengah) and Muay Thai Chaiya (Selatan).


Ada pepatah tentang Muay Thai Boran yang berbunyi "Tinju Korat, Kecerdasan Lobburee, Sikap Chaiya, kecepatan Thasao. (หมัดหนักโคราช ฉลาดลพบุรี ท่าดีไชยา ไวกว่าท่าเสา)".

Muay Korat menekankan pada kekuatan. Ada teknik yang disebut " Tinju pelempar Kerbau ", sebab menurut dugaan tehnik ini dapat mengalahkan seekor kerbau liar hanya dengan satu pukulan .

Muay Lobburee menekankan pada pergerakan yang lincah. Andalannya adalah pukulan lurus dan pukulan memutar.

Muay Chaiya menekankan pada pertahanan dan postur, seperti halnya lutut dan siku. Muay Thasao menekankan pada kecepatan, terutama pada tendangan. Oleh karena kecepatan mereka yang melebihi lainnya Muay Boran jenis ini disebut juga " Ling Lom" ( monyet angin atau Loris).

Thai Boxing saat ini menjadi olahraga beladiri yang sangat digemari dan tersebar di selurh penjuru dunia, sebagai olahraga kompetisi, seni beladiri dan bagi sebagian orang menjadi gaya hidup.


Metode

Muay Thai adalah metode beladiri yang tidak memerlukan senjata karena tubuh kita (tulang dan daging) adalah senjatanya. Didefinisikan seperti ini karena pada zaman dulu seorang tentara perang Thailand menggunakan senjata yang alami pada tubuh manusia, yang merupakan tiruan dari senjata peperangan, yang dapat diilustrasikan sebagai berikut :



TANGAN MEMUKUL seperti ANAK PANAH

LENGAN diumpamakan seperti PEDANG

SIKUT dan LUTUT digunakan seperti suatu KAMPAK peperangan

TULANG KERING KAKI dikondisikan untuk membentur seperti TONGKAT

bekerja seperti TOMBAK


Yang harus kita pahami yaitu mengenai pusat kekuatan manusia yang tak lain adalah perut, dan pada poin inilah aliran tenaga dimulai, dan dari sinilah tenaga mulai bergerak, mengitari tubuh dan menjalar keanggota badan lainnya. Jadi konsentrasi integrasi kekuatan, kecepatan dan koordinasi otot-otot merupakan inti dari segala teknik

Tentunya banyak keuntungan untuk Anda mempelajari Thai Boxing seperti stamina yang prima, pembakaran lemak, pembakaran kolesterol serta pembentukan tubuh dan yang paling penting, adalah untuk menjaga diri dengan bela diri ini.

Teknik Dasar

• Footwork

• Pukulan

Jab: pukulan lurus dengan menggunakan tangan kiri. Untuk Anda yang kidal pukulan dilakukan dengan menggunakan tangan kanan. Target pukulan jab adalah wajah dan tubuh bagian depan.

Strike: pukulan lurus dari arah belakang dengan tangan lain yang tidak digunakan saat pukulan jab. Jika pukulan jab Anda menggunakan tangan kiri, maka strike menggunakan tangan kanan Anda dan sebaliknya. Target pukulan strike sama dengan jab.

Hook: Pukulan menyamping, targetnya adalah wajah dan tubuh bagian samping.

Upper Cut: Pukulan dari bawah ke atas. Targetnya lebih banyak lagi, bisa tubuh bagian samping maupun depan. Selain itu, dagu juga menjadi target pukulan ini.

• Tendangan

Low Kick: tendangan kaki lurus ke depan setinggi pinggang. Target dari tendangan ini adalah bagian pinggang ke bawah.

Middle Kick: tendangan kaki lurus ke depan setinggi pinggang hingga ketiak. Target dari gerakan ini adalah tubuh bagian tengah.

High Kick: tendangan tinggi dengan target bagian kepala.

Push Kick: tendangan kaki yang gerakannya seperti mendorong. Gerakan ini bisa dilakukan lurus ke depan ataupun ke arah bawah dan atas.

• Sikutan

Vertical: gerakan dengan menggunakan sikut yang bergerak dari atas ke bawah.

Horizontal: serupa dengan gerakan sikut vertical namun gerakan sikut sejajar.

Smashing Elbow: gerakan dengan sikut yang menyerupai gaya smash.

Upper Cut Elbow: sama dengan pukulan upper cut namun fokus pada sikut. Sikut digerakan dari bawah ke atas.

• Dengkulan

Upper Cut Knee: lutut digerakkan dari bawah ke atas. Serupa dengan gerakan upper cut yang lain namun fokus dengan menggunakan lutut.

Hook Knee: hampir sama dengan pukulan hook tapi mengunakan lutut.

Circle Knee: gerakan lutut memutar yang disertai dengan bagian badan yang juga memutar. Target gerakan ini adalah iga dan paha bagian samping.




Teknik Lanjutan

• Serangan

• Clinch

Gerakan ini hanya digunakan saat pertandingan Muay Thai. Gerakannya adalah seperti merangkul lawan dari arah depan. Berguna untuk menyerang lawan dengan menggunakan dengkul.



• Teknik Kombinasi

• Sparring

Perlengkapan Tarung
  • Gloves (Sarung Tinju)
  • Mouth Guard (Pelindung Gigi)
  • Shorts (Celana)
  • Handswrap (Pembalut Tangan)

Peralatan Latihan
  • Heavy Bags (Sansak)
  • Haed Guard (Pelindung Kepala)
  • Shin Guard (Pelindung Kaki)
  • Muay Thai Pads (Pad Tendangan)
  • Belly Pads (Pad Tendangan Perut)
  • Low Kick Pads (Pad untuk tendangan Sapuan)
  • Muay Thai Jump Rope (Lompat tali untuk Muay Thai [lebih berat])


Program Latihan
  • Pemanasan / Stretching : 10 menit
  • Lari : 10 Km
  • Skipping (Lompat Tali) : 20 menit
  • Shadow Box & Drill : 20 menit
  • Memukul & Menendang Sansak : 30 menit
  • Clinch / sparring : 30 menit
Program ini untuk profesional, untuk pemula menyesuaikan

Sinematografi

2007, Bintang Ryan McCarthy dan Jake , Film : Never Back Down.

2004, Muay Thai boxer Asanee Suwan, Film Beautiful Boxer.

1971 Shaw Brothers Studio , Film: Duel of Fists.Ti Lung .

2005, Bintang Tony Jaa,film : Ong-Bak, The Protector, Born to Fight, dan Tom-Yum-Goong.

2006, Bintang Dida Diafat, film : Chok Dee.

1999, Bintang Jean Claude van Damme, film : Kickboxer.

2007, Muaythai Chaiya (Film wajib pecinta muaythai)

Links
  • Organisasi




  • Sasana / Club
Indonesia







Rules / Peraturan



Muay Thai saat ini tersebar luas dan dipertandingkan di berbagai negara di dunia. Terdapat peraturan dan regulasi yang berbeda bergantung terhadap di negara mana pertandingan diadakan dan di bawah organisasi apa pertandingan muaythai tersebut diselenggarakan. Bagaimanapun juga peraturan yang ada harus mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh World Muaythai Council, Sebuah badan muaythai internasional.

Dalam peraturan dasar Muay Thai, pertandingan berlangsung tidak lebih dari 5 ronde, setiap ronde berlangsung selama 3 menit , dengan masa istirahat dua menit antar ronde. dan tidak diperkenankan mengadakan ronde tambahan.

Petarung harus memakai sarung tinju, masing-masing beratnya tidak kurang dari 6 ons (172 gram). Sarung tinju tidak boleh diperas, diremas atau dilumatkan untuk mengubah bentuk aslinya.

Para petarung harus memakai celana yang berwarna (merah atau biru sesuai sudut mereka). Para petarung harus memakai pelindung kemaluan untuk melindungi alat vital, sementara penggunaan Gum shield tidak diwajibkan.

Petarung dilarang mengenakan kemeja atau sepatu, tapi tutup mata kaki diperbolehkan.

Mongkol (ikat kepala Muay Thai) dapat dipakai di kepala hanya selama ritual pra-pertarungan untuk melakukan penghormatan kepada leluhur guru Muay Thai, Mongkol harus dilepas sebelum pertarungan dimulai.

Logam atau peralatan lainnya yang dapat membahayakan lawan dilarang digunakan. Berikut adalah detil peraturan dan regulasi dari World Muaythai Council.


1. Ring / Arena





  1. Ring yang digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
  2. Ukuran : Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sebagai berikut :
  3. ring ukuran kecil (panjang setiap sisinya 20 Kaki / 6,1 meter); ring ukuran besar (panjang setiap sisinya 24 kaki / 7,3 meter), ukuran tersebut adalah ukuran ring diukur dari dalam tali ring.
  4. Lantai dan sudut: Harus dibangun dengan baik tanpa penghalang dan dengan ekstensi / penambahan luas minimum di luar ring sekurang-kurangnya 3 kaki (91 cm). Tinggi lantai ring minimum harus 4 kaki (1,22 meter) dengan maksimal 5 kaki (1,48 meter) dari lantai dasar bangunan. Tiang pojok harus memiliki diameter antara empat inci (10 cm) hingga lima inci (12,70cm) dengan ketinggian tiang 58 inci (1,47 meter) dari lantai ring. Keseluruhan tiang yang berjumlah empat buah harus dilapisi bantalan .
  5. Lantai ring : Lantai ring harus dilapisi oleh bantalan berupa karet, kain lembut, karet matras, atau bahan serupa dengan ketebalan minimum 1 inci (2,50 cm) dan maksimum 1,5 inci (3,7 cm). Bantalan harus sepenuhnya ditutupi oleh kain kanvas.
  6. Tali ring : terdiri dari 4 buah tali dengan diameter tali minimum 1,2 inci (3cm) dan diameter maksimum 2 inci (5cm), yang terbentang dan dihubungkan oleh 4 buah tiang. Jarak dari dasar ring hingga tali paling bawah adalah 46 cm, tali kedua 76 cm, tali ketiga 107 cm, dan tali paling atas 137 cm. Tali dilapisi oleh material lembut seperti vinil. Setiap tali di setiap sisi digabungkan oleh dua buah pemisah tali (rope divider) yang berdiameter 3-4 cm dan memiliki jarak yang sama antara satu dan yang lainnya.
  7. Tangga ring : Setiap ring harus memiliki paling sedikit tiga buah tangga, dengan lebar paling tidak 1,07 meter. Dua buah tangga diletakkan di sudut pemain, dan tangga ketiga diletakkan di sisi tengah untuk digunakan oleh dokter dan petugas lainnya.
  8. Kantong plastik : ditempatkan di sudut pemain untuk meletakkan sisa tisu, bandage dan sampah lainnya.


2: Asesoris Ring


Peralatan berikut ini diperlukan pada pinggir ring.
  1. Area istirahat pada kedua sudut.
  2. Dua botol air minum dan dua botol semprot. Botol jenis lain tidak diijinkan di pinggir gelanggang.
  3. Dua buah handuk.
  4. Dua mangkuk air.
  5. Meja dan kursi untuk pejabat.
  6. Lonceng.
  7. Satu atau dua buah stopwatch.
  8. Papan skor.
  9. Kotak untuk menyimpan papan skor.
  10. Satu set indikator ronde, tanda atau papan skor.
  11. Dua pasang sarung tinju cadangan.
  12. Satu set celana cadangan berwarna biru dan merah.
  13. Pelindung kemaluan dengan satu atau dua tali.
  14. Dua buah kamar ganti temporer dari kain berbentuk persegi empat sebagai tempat ganti pelindung kemaluan atau untuk penyesuaian .
  15. Tandu
  16. Gunting berujung tumpul.

3 : Sarung Tinju







1. Hanya sarung tinju yang sudah mendapatkan sertifikat dari World Muay Thai Council yang boleh digunakan dalam pertandingan muay thai.

2. Persyaratan sarung tinju:

Sarung tinju yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Pembagian Berat Berat Sarung Tinju

Mini Flyweight - Junior Featherweight 6 ons (132 gram)

Featherweight - Welterweight 8 ons (227 gram)

Junior Middleweight and upwards 10 ons (284 gram)


Berat dari kulit yang membungkus sarung tinju tidak boleh melebihi separuh dari berat total sarung tinju, busa atau bantalan sarung tinju juga harus selalu dalam kondisi prima, tali pengikat sarung tinju harus diikat rapi dibalik pergelangan.



4: Bandages (Handwraps)






Hanya bandage dengan bahan kain yang diperbolehkan, dengan ukuran 5 cm x 4,5 meter. Bandage berbahan plastic atau plester dilarang dipergunakan. Penggunaan tape berperekat, berukuran 2,5 cm x 2,5 meter hanya diperbolehkan untuk menutupi pergelangan tangan tidak boleh untuk menutupi buku jari.


5: Dress Code


A. Pakaian Petarung
  1. Hanya celana tinju yang dipakai, warna celana tergantung dari sudutnya, sudut merah celananya berwarna merah, merah jambu, merah marun, atau dengan strip berwarna merah, sedangkan sudut biru celananya berwarna biru, biru muda, atau hitam.
  2. Untuk menjamin keselamatan petarung, pelindung kemaluan harus digunakan dalam setiap pertandingan.
  3. Rambut gondrong dan jenggot tidak diperkenankan, kumis diperbolehkan selama panjang kumis tidak melebihi bibir.
  4. Mongkol harus digunakan ketika melakukan wai kru, yang dilakukan sebelum pertandingan dimulai.
  5. Bandage elastis diperbolehkan untuk digunakan pada tangan atau kaki untuk mencegah otot terkilir, tetapi penggunaan pelindung tulang kering, dll, tidak diperbolehkan.
  6. Material berbahan metal, perhiasan dan sejenisnya tidak diperbolehkan
  7. Penggunaan vaselin, dan sejenisnya yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan secara curang tidak diperbolehkan.
  8. Petarung diperbolehkan menggunakan bandage pada ankle untuk mencegah kaki dari terkilir.


B. pelanggaran terhadap dress code bisa berakibat diskualifikasi. Jika timbul masalah pada sarung tinju yang dikenakan, wasit bisa menghentikan pertandingan sementara untuk memberi waktu bagi petarung untuk melakukan pembenahan pada sarung tinju yang digunakan.





Weight Division / Pembagian Kelas



A. Pembagian Kelas



Category Weight (up to)
  • Super Heavyweight 209 lb+ (95 kg+)
  • Heavyweight 190 lb+ (86 kg+)
  • Cruiserweight 190 lb (86 kg)
  • Light Heavyweight 175 lb (79 kg)
  • Super Middleweight 168 lb (76 kg)
  • Middleweight 160 lb (73 kg)
  • Junior Middleweight 154 lb (70 kg)
  • Welterweight 147 lb (67 kg)
  • Junior Welterweight 140 lb (64 kg)
  • Lightweight 135 lb (61 kg)
  • Junior Lightweight 130 lb (59 kg)
  • Featherweight 126 lb (57 kg)
  • Junior Featherweight 122 lb (55 kg)
  • Bantamweight 118 lb (54 kg)
  • Junior Bantamweight 115 lb (52 kg)
  • Flyweight 112 lb (51 kg)
  • Junior Flyweight 108 lb (49 kg)
  • Mini Flyweight105 lb (48 kg)

B. Timbang Badan

1. Petinju ditimbang tanpa mengenakan pakaian, paling lambat 3 jam sebelum pertandingan

2. Jika terjadi kelebihan berat badan, bisa dilakukan penimbangan ulang

3. Selain timbang badan, petarung harus diperiksa dan dinyatakan layak tanding oleh dokter yang sudah ditunjuk.


7: Wai Kru and Round Definition





  1. Sebelum ronde pertama dimulai, petarung harus melakukan wai kru (ritual memberi hormat kepada pelatih), dengan diiringi oleh alat musik tradisional Thailand, yaitu : simbal, tom tom dan seruling.
  2. Pertandingan muaythai terdiri dari 5 ronde, dengan lama tiap rondenya 3 menit dan istirahat 2 menit antara setiap rondenya. Penghentian selama pertandingan, tidak dihitung sebagai bagian dari 3 menit waktu ronde.


8: Boxers / Petarung





Persyaratan petarung
  1. Tidak memiliki cacat fisik dan berusia paling tidak 15 tahun
  2. Memiliki berat badan minimal 45 kg
  3. Tidak termasuk golongan orang yang dilarang bertanding, seperti yang tertera pada panduan kesehatan dari world muaythai council.

Muaythai Thaiboxing

Rules / Peraturan (lanjutan)



9: Seconds (Pendamping).

Dua orang pendamping diizinkan untuk mendampingi petarung sesuai ketentuan sebagai berikut:
  1. Selama pertandingan, pendamping tidak diperbolehkan untuk menasihati, membantu atau memberi instruksi kepada petarung yang mereka dampingi. Setiap pelanggaran aturan oleh pendamping atau petarung bisa mengakibatkan diskualifikasi petarung.
  2. Pendamping tidak diizinkan untuk memberi isyarat ke pihak pihak yang berkepentingan, tentang kondisi petarungnya.
  3. Selama pertandingan, pendamping harus menempati area yang sudah disediakan. Sebelum setiap ronde dimulai pendamping akan menyingkirkan semua handuk, botol air, dll keluar dari daerah ring.
  4. Selama interval, pendamping akan memastikan bahwa petarung mereka sudah berpakaian dengan benar. Jika terjadi masalah pendamping akan segera memberitahu wasit.

10: Komite Pertandingan

A. Kualifikasi Anggota Komite .

1. Tidak memiliki cacat fisik dan berusia minimal 25 tahun

2. Memiliki sertifikat kesehatan dari world muaythai council

3. Memiliki sertifikat tentang pengalaman, kesehatan, umur dan pekerjaan

4. Telah disertifikasi oleh world muaythai council bahwa sudah memenuhi syarat.


B. Kualifikasi Wasit

1. Setiap wasit harus ditraining dan lulus uji oleh komite yang telah ditunjuk oleh world muaythai council dan sudah memiliki sertifikat serta telah terdaftar sebagai wasit.

2. Tidak boleh berusia lebih dari 60 tahun kecuali sudah mendapat persetujuan dari komite yang berwenang.

3. Harus segera mengundurkan diri atas perintah komite atau ketika tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai wasit.

C. Jumlah Juri dan Wasit

Panitia pertandingan terdiri dari 3 juri dan 1 wasit dengan seorang inspektur pertandingan yang bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya pertandingan.

Muay Thai Rules 11: The Referee






A. Tugas.

Tugas utama wasit adalah memastikan keselamatan petinju sebagai prioritas utamanya.

B. Tanggung Jawab Wasit.

Seragam wasit terdiri dari celana panjang dan kemeja berwarna biru, yang berlogo World Muay Thai Council dan mengenakan sepatu kanvas datar. Wasit tidak diperbolehkan mengenakan kacamata atau perhiasan.

Wasit harus memastikan hal hal berikut :

  1. Keadilan dalam menegakkan peraturan pertandingan untuk semua pihak.
  2. Tidak ada ketidaksopanan dalam tingkah laku atau cara berbicara baik kepada petarung maupun penonton.
  3. Pengawasan yang ketat terhadap pertandingan.
  4. Perlindungan terhadap petarung yang lebih lemah dari cedera serius.
  5. Inspeksi terhadap sarung tinju dan pelindung ankle.
  6. Memastikan kedua petarung saling berjabat tangan sebelum ronde pertama dan terakhir.
  7. Untuk pertandingan kejuaraan atau pertandingan mempertahankan gelar, wasit harus menjelaskan kepada para petinju dan pendamping mereka tentang peraturan dan regulasi yang digunakan dalam pertandingan dan hal ini harus dilakukan di ruang ganti, sebelum pertandingan itu dimulai.


    Tiga perintah verbal yang digunakan:

    "STOP" ketika memerintahkan para petarung untuk menghentikan pertandingan.


    "BREAK" ketika memerintahkan para petinju untuk saling memisahkan diri "FIGHT" ketika memerintahkan para petinju untuk melanjutkan pertandingan.

    Ketika para petinju diperintahkan untuk "BREAK", keduanya harus melangkah mundur satu langkah sebelum melanjutkan untuk bertanding.

  8. Wasit harus menggunakan tanda isyarat yang benar untuk memastikan petinju paham tentang pelanggaran yang telah dilakukan.
  9. Pada akhir pertandingan, wasit akan mengumpulkan lembar nilai dari masing-masing dari tiga juri dan menunjukkan pemenang kepada para penonton, dengan cara mengangkat tangan petarung yang menang. Lembar nilai kemudian akan diserahkan kepada inspektur pertandingan untuk verifikasi.
  10. Untuk pertandingan kejuaraan, wasit akan mengumpulkan scoresheets dari hakim di akhir setiap putaran, memeriksa dan menyerahkan mereka ke inspektur pertandingan untuk kemudian mengangkat tangan pemenang setelah hasil diumumkan.
  11. Jika diperlukan untuk menghentikan pertandingan atau menghukum seorang petarung, wasit harus segera memberi tahu alasannya ke inspektur pertandingan setelah membuat pengumuman.
  12. Jika terjadi insiden terhadap wasit yang mengakibatkan wasit tersebut tidak dapat melanjutkan tugasnya, juri senior akan bertindak sebagai penggantinya.
  13. Wasit dilarang untuk memberikan penghitungan secara lisan atau peringatan yang memberikan keuntungan yang tidak adil atau merugikan salah satu petarung.
  14. Wasit dilarang memberikan komentar atau berspekulasi pada setiap pertandingan kecuali mendapat persetujuan terlebih dahulu dari inspektur pertandingan.
  15. Semua wasit wajib menjalani inspeksi tahunan dan sertifikasi medis oleh dokter dari Dewan dan harus sehat secara fisik pada awal setiap pertandingan.
C. Tugas Wasit.
  1. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera jika menganggap bahwa salah satu petarung secara signifikan lebih mendominasi atau lebih kuat dari yang lain.
  2. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera ketika seorang petinju dalam kesulitan atau terluka.
  3. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera jika ia menganggap bahwa salah satu atau kedua petarung ada yang berpura-pura atau tidak mencoba memberikan pertarungan terbaik mereka.
  4. Untuk menghentikan pertandingan atau memperingatkan para petinju karena melakukan pelanggaran atau melanggar aturan.
  5. Segera mendiskualifikasi petinju yang dengan sengaja melanggar aturan, melukai atau menunjukkan agresi apapun ke wasit.
  6. Untuk mendiskualifikasi petinju dan pendampingnya jika sengaja melanggar aturan atau tidak mengikuti instruksi wasit.
  7. Untuk mendiskualifikasi petarung yang dengan sengaja atau tanpa sengaja menyebabkan foul.
  8. Untuk menghentikan pertandingan jika ia menganggap bahwa petinju yang telah menerima hitungan, tidak mampu melanjutkan pertandingan secara efektif.
  9. Untuk melarang keuntungan untuk seorang petinju yang dengan sengaja melakukan pelanggaran dengan cara apapun.

12: Judges / Hakim


A. Tanggung Jawab Hakim

Hakim bertindak secara independent dalam melakukan penilaian

Tiap hakim duduk di sisi yang berbeda dan terpisah dengan penonton

Hakim harus berlaku netral, kecuali ketika pelanggaran peraturan terjadi dimana hakim mengacu pada keputusan wasit, hal ini dilakukan pada saat interval ronde

Pada tiap akhir ronde, hakim harus melengkapi skor untuk ronde tersebut

Hakim tidak diperkenankan meninggalkan tempat hingga pertandingan usai dan hasilnya sudah diumumkan

B.Seragam

Hakim harus menggunakan seragam sesuai ketentuan yang berlaku dari WMC


13.Keputusan Final

Pemimpin komite pertandingan dapat memberikan koreksi terhadap hasil final dengan kondisi:

  • Wasit melakukan penilaian yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku
  • Hakim terbukti melakukan penilaian yang mencurigakan

14 : Tugas Inspektur Pertandingan
  1. Menunjuk wasit dan juri
  2. Mengawasi dan meningkatkan kualitas wasit dan juri dan memastikan keselarasan antara peraturan dan penerapannya.
  3. Memastikan wasit dan juri melakukan tugasnya secara professional dan memberi masukan kepada world muaythai council jika ada ketidakaturan.
  4. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan promosi, dan melaporkannya kepada komite konsil.
  5. Membuat keputusan terhadap wasit dan juri.
  6. Memverifikasi lembar skor untuk memastikan bahwa :
    a. Skor diraih secara benar (tidak ada kecurangan).

    b. Nama petarung adalah benar.

    c. Pemenang yang sah sudah dicatat.

    d. Memastikan keabsahan lembar skor dan memeriksanya

    e. Mengumumkan hasilnya kepada penonton.
  7. Membuat keputusan jika wasit dan juri tidak dapat memberikan keputusan
  8. Melaporkan kepada komite konsil nama petarung yang melakukan pelanggaran dan menunjukkan performa yang buruk.
Muay Thai Rules 15: Time Keeper and Announcer

A. Lokasi Bangku.

Bangku untuk pencatat waktu dan announcer terletak didekat ring.

B. Tugas dan Tanggung jawab.

Pencatat waktu harus memastikan bahwa pencatatan waktu setiap ronde dan istirahat berlangsung presisi , pencatatan dilakukan dibawah instruksi wasit untuk mulai atau berhenti. Prosedur berikut ini digunakan untuk pencatatan waktu :
  1. Memberikan signal 5 detik sebelum pertandingan dimulai setiap rondenya, agar pendamping dapat segera meninggalkan ring
  2. Lonceng digunakan sebagai tanda mulai dan berhentinya setiap ronde
  3. Mengurangi waktu istirahat sesuai instruksi wasit
  4. Memastikan penghitungan waktu secara akurat menggunakan jam dan stopwatch
  5. Jika petarung menerima penghitungan selama ronde 1-4 dan waktu berakhir, lonceng harus segera dibunyikan setelah wasit selesai menghitung
  6. Pada ronde terakhir jika terjadi penghitungan, lonceng harus segera dibunyikan jika waktu sudah melebihi 3 menit, walaupun wasit masih melakukan penghitungan
C.Tugas Announcer

1. Menyebutkan nama , sudut, dan berat petarung sebelum pertandingan dan setelah petarung naik ring

2. Memerintahkan pendamping turun dari ring setelah lonceng berbunyi

3. Mengumumkan nomor ronde di awal dan akhir setiap rondenya

4. Mengumumkan pemenang dan sudutnya, ketika wasit mengangkat tangan sang pemenang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...