Selamat datang di komunitas petarung----disini tempat memberikan info dan teknik dalam beladiri ataupun pertarungan dari berbagai sumber

Tampilkan postingan dengan label Full Contact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Full Contact. Tampilkan semua postingan

FULL CONTACT MENYIMPANG DARI PRINSIP ?

Koichi Tohei ,seorang Pewaris Aikido (murid Utama Master Morihei Uyeshiba) berkata:``Dalam suatu olah raga,dimana tujuan dari latihan adalah untuk mencapai kemenangan dalam pertandingan,terdapat peraturan dan ketentuan yang harus ditaati dan diperhatikan;umpama,masing masing harus memegang tepi baju lawan atau sabuknya,tidak diperbolehkan memukul dibawah sabuk,tidak boleh menendang,menggigit atau menusuk mata dan lain lain.


Tanpa adanya peraturan peraturan itu,pasti olah raga sangat berbahaya.Hal ini baik bagi olah raga,tapi apabila kamu berharap mempraktekkan apa yang diperoleh dalam latihan seperti itu untuk menghadapi perkelahian sungguh sungguh,tidak akan menguntungkan.


Seni beladiri haruslah sesuatu yang bisa diandalkan dalam perkelahian sesungguhnya.Kamu tidak perlu mempergunakan seni beladiri terhadap seseorang yang menyerangmu secara gurau,tetapi apabila lawanmu sedang bersungguh sungguh dan bertujuan untuk mencelakakan dirimu,kamu tidak bisa berkata `salah` terhadap segala sesuatu yang ia lakukan.
Kamu tidak boleh berdalih `` saya berlatih dengan memegang tepi baju lawan,jadi kamu juga harus demikian,jangan menendang saya sungguh sungguh,karena itu adalah pengecut dan melanggar ketentuan ``atau``saya belajar berkelahi hanya dengan memukul,jadi jangan mencekik leher aya``.


Bukan soal bagaimana dia menyerangmu,kamu harus berusaha untuk melawan serangannya dan mengatasinya.Apabila kamu berlatih tergantung pada suatu peraturan,akan menjadi kebiasaan didalam perkelahian sesungguhnya,kamu akan berkelahi dan mempertahankan diri terikat pada kebiasaan itu.


Suatu contoh yang dialami Master suatu seni beladiri yang memegang lawannya pada pakaiannya untuk melemparkannya,dia sendiri tertikam sebagai akibatnya,tanpa mengetahui lawan memegang apa pada tangannya adalah tolol untuk memegang lawan dari depan.Dia tidak usah terkejut apabila tertikam.


Kebiasaan pada latihan sehari hari tentu saja tiba tiba keluar secara refleks,karenanya,harus ada perbedaan yang tegas antara olah raga dan seni beladiri.Adalah sukar untuk mempersatukan seni beladiri dan olah raga secara bersama sama``.*





Kata kata ini keluar dari seorang Master Aikido yang diciptakan oleh Prof.Morihei Uyeshiba yang layak disegani karena keluarbiasaannya,dimana sebelum Perang Dunia II hanya bisa diikuti golongan atas saja serta dipejari oleh orang orang tertentu yang dapat dipastikan tidak akan menyalah gunakannya sesuai prinsip prinsip Aikido.


Seni ini terkenal dengan tehnik tehnik lembut,kecerobohan tenaga lawan dipakai untuk mengalahkan lawan tersebut,effisien sekali.


Hanya ketekunan dan keyakinan yang luar biasa sempat menjadikan seseorang akhli dalam seni ini.
Walaupun Aikido lebih halus dari Judo,oleh expertnya masih ditekankan perlunya tenaga (power) dan cara latihan yang sesuai dengan kenyataan.Demikian juga tidak bisa disangkal,untuk menjadi Judoka yang baik tenaga adalah mutlak dan praktek dalam latihan sesuai kenyataan tidak bisa dihindari.



Orang harus mengalami dibanting,dilempar,dilipat juga melipat lawan,membanting,melempar lawan kadang kadang terjadi cedera,patah tulang,terkilir dan salah otot,semuanya dianggap wajar untuk mencapai kenyataan dalam keadaan sesungguhnya.
Kendo,seni bermain pedang,walaupun sebagai alat latihan digunakan kayu atau kumpulan belahan bambu khusus yang cukup keras,nyatanya siswa perguruan ini banyak yang mengalami babak belur karena disodok,disambit dan dipukulkan kearah tubuhnya.


Ini semua dimaksud agar ketrampilan yang diperoleh sesuai keadaan sebenarnya dan badan serta mental menjadi tabah,sakit dan penderitaan sudah dianggap suatu keharusan untuk membina ketahanan phisik yang tinggi.
Di Jepang,anak pulang dalam keadaan babak belur karena latihan di dojo,tidak menyebabkan orang tuanya marah dan melarang anaknya berlatih lagi,justru dianjurkan untuk berlatih keras agar lain kali bisa terhindar dari keadaan yang demikian,penderitaan phisik dalam latihan sering merupakan kebanggaan untuk mendorongnya lebih maju.Contoh contoh tersebut dan banyak contoh lain mengajak kita untuk lebih mendekati kenyataan,mengapa harus makin menjauhi. (*Sedangkan di Tanah Air,anak pulang dari latihan di dojo,mengeluh apalagi menangis dihadapan orang tuanya,khususnya ibu karena beratnya latihan,maka prosentasi terbanyak akan menganjurkan anaknya untuk berhenti berlatih.Untung kalau tidak sampai marah marah atau menghujat si Pembinanya !!.Perbedaan budaya yang cukup besar.Di Jepang anak diajar untuk mandiri,percaya diri,harga diri diutamakan sedangkan di Tanah Air terbanyak ialah;memanjakan,mengabaikan pembentukan mental dan karakter,apalagi kalau banyak uang….kalau dewasa….tahu sendiri akibatnya*).Juga dalam karate ``full contact``, seorang dibina dalam masa yang lama dan berat,dihadapkan pada kenyataan yang bisa timbul dalam keadaan terpaksa untuk membela diri,baik dalam menghalau,mengalahkan lawan maupun kemungkinan apa yang bisa dialami dalam menghadapi penyerangan.


Pertandingan adalah sekedar intermezzo untuk mendekatkan karate pada masyarakat penggemarnya,tapi bukan tujuan utama,yang utama adalah pembinaan mental phisiknya dan ketahanannya dalam membeladiri dengan seni beladiri karate ini.





Dari Silat Tiongkok


Sebagai induknya Karate - Judo - Aikido,khussusnya yang berkembang di Benua Asia adalah bersumber dari Silat Tiongkok beberapa abad yang lalu,pada saat itupun, latihan dilakukan dalam keadaan sungguh sungguh dan cukup berat,kontak phisik adalah hal sehari hari dalam latihan untuk mencapai hasil yang tinggi sebagai alat beladiri yang utama pada masa itu.
Dalam pertumbuhan sejarah,silat ini tersebar hampir keseluruh pelosok Asia antara aliran lemah (halus) dan kuat (keras) ,antara penguasaan tangan dan ketrampilan kaki dan mengalami asimilasi dengan seni beladiri yang ada di tempat ia datang.
Karate tumbuh di Jepang sejak tahun 1923 dimana mulai diperkenalkan oleh Master Gichin Funakoshi,disebut sebagai seni modern,karena telah mengalami revisi dibeberapa bagian dari keadaan yang murni dari seni beladiri,juga perbaikan metode dan peraturan peraturannya.




Salah satu yaitu ;dari kontak langsung yang menjadi ciri induknya menjadi non kontak dengan pengertian,karate modern sebagai olah raga yang bisa dipertandingkan.


Kalau kita teliti sedalam dalamnya,falsafah karate modern non kontak dimana pukulan- tendangan langsung menjadi salah satu larangan yang utama,baik dalam latihan maupun pertandingan,merupakan - alat manusia - yang menyebut dirinya modern,untuk menjaga SUPREMASI GURU,senior terhadap muridnya - junior.Sehingga murid bagaimanapun juga tidak bisa nyata nyata melebihi gurunya dan para seniornya,karena mereka selalu terlindung dengan ketentuan dan peraturan non kontak bahkan kalau sampai terjadi si junior menjatuhkan si senior baik dengan pukulan maupun tendangan,akan memperoleh hukuman karena dianggap melanggar jiwa karate do yang sudah mengalami revisi tadi.




Akibatnya,semacam kerajaan,pewaris kedudukan adalah secara otomatis tanpa menghiraukan kecakapan dan kemampuan,menjadi pimpinan yang berlindung dibelakang peraturan demi keselamatan yang diatas.



Perpecahan sering terjadi karena murid merasa lebih mampu dari guru karena murid tidak pernah mengalami kemampuan guru secara nyata..





Pelampiasan nafsu?





Sistim kontak langsung bukan berarti pelampiasan nafsu yang tak terkontrol,justru pada sistim ini pengekangan nafsu adalah mutlak karena adanya kesempatan full contact (baik tendangan - pukulan boleh dilemparkan semaksimal mungkin) masih diikuti larangan larangan,dimana seseorang dianjurkan bertanding keras tetapi tidak kasar (menyalahi pengertian olah raga) dan justru terbukti pada sistim Full Contact,pelanggaran fatal lebih sedikit dari Non Contact.


Kontrol emosi jangan diartikan dalam bentuk lahirnya saja,apalagi hanya dikaitkan dalam pertandingan,control seorang karateka adalah control dalam arti yang luas,control sikap,control jiwa dalam mengekang emosi yang angkara murka.
Judo,Kick Boxing dan Tinju adalah contoh pertandingan keras dan contact, apakah ini berarti semuanya itu pelampiasan nafsu dan bertujuan menyakiti lawan atau mengalahkan lawan?


Yang menciptakan jiwa karate do modern adalah manusia permulaan abad XX,tetapi bukan jiwa karate do sebagai seni beladiri asli yang lahir dari induknya yang satu tadi.


Tanggung jawab karateka full contact tidak dibawah karateka non contact dan nilai kepribadiannyapun tidak serendah yang mengatakan:``Karate full contact tidak sesuai prinsip beladiri karate``.


Alasan yang dicari cari untuk mendiskreditkan arti karate full contact sering tidak sejalan dengan logika dan kenyataan.
Mengapa karate harus lari dari kenyataan,sedangkan olah raga keras lain tetap hidup dengan baik,seperti balap mobil,terjun payung dan motocross yang tidak kalah besar bahayanya.


Pengertian bahwa karate full contact berbahaya,adalah dalih yang dilebih lebihkan,prakteknya,para karateka full contact bisa mengatasinya,karena pertama,persiapan yang lama dan matang sesuai kegunaannya,kedua,masing masing seimbang dan merupakan - moving target bagi yang lain sehingga baik pukulan - tendangan yang maksimalpun sukar untuk mengenai titik sasaran secara tepat karena pergesaran arah dan sudut,tidak seperti memukul - menendang benda mati,ketiga,karena masing masing sudah dibekali tehnik dan ketrampilan untuk menetralisir kedahsyatan serangan lawan.



Kalau sekali kali terjadi kecelakaan,cedara dan hal hal yang fatal,maka bisa dianggap sebagai risiko dalam segala gerak langkah kehidupan.,khususnya dalam satu pertandingan,dimana segi ketrampilan phisik diutamakan.


``Hidup tidak mungkin tanpa risiko tetapi risiko yang sudah diperkecil kemungkinannya``.


Memang harus diakui,sistim full contact tidak bisa digunakan untuk memasalkan karate,karena beratnya latihan dan khususnya dalam jiyu kumitenya (perkelahian bebas).


Hanya mereka yang tahan uji,tekun dan sanggup menderita demi mencapai hasil gemblengan mental phisik yang membutuhkan pengorbananlah,bisa bertahan.Ini memang tidak banyak.

Selengkapnya - FULL CONTACT MENYIMPANG DARI PRINSIP ?

Muay Thai Thai Boxing ( มวยไทย )


Muay Thai adalah seni bela diri tangan kosong kuno yang berasal dari Thailand. Seorang petarung Muay Thai melakukan serangan ke kepala, badan, dan kaki lawannya dengan menggunakan kepalan, sikut, lutut dan tulang kering. Pada dasarnya Muaythai mempunyai bentuk pukulan yang hampir sama dengan jenis pukulan tinju ala barat. Muay Thai pada masa sekarang juga popular dengan nama lain “ Thai Boxing “.

Sejarah

Thai Boxing sendiri memiliki sejarah yang panjang di Thailand, militer Thailand menggunakan bentuk modifikasi dari Thai Boxing yang disebut Lerdrit. Thai Boxing tradisional, seperti yang diajarkan sekarang, sedikit berbeda dari aslinya, menggunakan tendangan dan tinju dalam sebuah arena dan menggunakan sarung tinju seperti yang digunakan pada tinju di negara barat. Thai Boxing mengacu pada sebutan “seni delapan lengan” Thai Boxing dianggap sebagai pengembangan dari ilmu bela diri tradisional yang berasal dari Asia Tenggara. Muaythai adalah jenis beladiri yang pertama kali dipopulerkan di luar asia tenggara dari berbagai jenis bela diri tradisional yang terdapat di asia tenggara

Peneliti beladiri menyebutkan bahwa Muay Thai merupakan bagian dari keterampilan beladiri yang berasal dari Thailand yang bernama Krabi Krabong ( Beladiri militer yang menggunakan senjata ). Ketika tidak dipersenjatai para praktisi Krabi Krabong beralih ke tehik bertarung yang menggunakan kaki dan tehnik bantingan. Berkembang seiring dengan waktu maka terciptalah muay boran (aliran muay thai kuno). muay boran dibagi menjadi Muay ThaSao (Utara), Muay Thai Korat (Timur atau timur laut), Muay Thai Lobburee (daerah tengah) and Muay Thai Chaiya (Selatan).


Ada pepatah tentang Muay Thai Boran yang berbunyi "Tinju Korat, Kecerdasan Lobburee, Sikap Chaiya, kecepatan Thasao. (หมัดหนักโคราช ฉลาดลพบุรี ท่าดีไชยา ไวกว่าท่าเสา)".

Muay Korat menekankan pada kekuatan. Ada teknik yang disebut " Tinju pelempar Kerbau ", sebab menurut dugaan tehnik ini dapat mengalahkan seekor kerbau liar hanya dengan satu pukulan .

Muay Lobburee menekankan pada pergerakan yang lincah. Andalannya adalah pukulan lurus dan pukulan memutar.

Muay Chaiya menekankan pada pertahanan dan postur, seperti halnya lutut dan siku. Muay Thasao menekankan pada kecepatan, terutama pada tendangan. Oleh karena kecepatan mereka yang melebihi lainnya Muay Boran jenis ini disebut juga " Ling Lom" ( monyet angin atau Loris).

Thai Boxing saat ini menjadi olahraga beladiri yang sangat digemari dan tersebar di selurh penjuru dunia, sebagai olahraga kompetisi, seni beladiri dan bagi sebagian orang menjadi gaya hidup.


Metode

Muay Thai adalah metode beladiri yang tidak memerlukan senjata karena tubuh kita (tulang dan daging) adalah senjatanya. Didefinisikan seperti ini karena pada zaman dulu seorang tentara perang Thailand menggunakan senjata yang alami pada tubuh manusia, yang merupakan tiruan dari senjata peperangan, yang dapat diilustrasikan sebagai berikut :



TANGAN MEMUKUL seperti ANAK PANAH

LENGAN diumpamakan seperti PEDANG

SIKUT dan LUTUT digunakan seperti suatu KAMPAK peperangan

TULANG KERING KAKI dikondisikan untuk membentur seperti TONGKAT

bekerja seperti TOMBAK


Yang harus kita pahami yaitu mengenai pusat kekuatan manusia yang tak lain adalah perut, dan pada poin inilah aliran tenaga dimulai, dan dari sinilah tenaga mulai bergerak, mengitari tubuh dan menjalar keanggota badan lainnya. Jadi konsentrasi integrasi kekuatan, kecepatan dan koordinasi otot-otot merupakan inti dari segala teknik

Tentunya banyak keuntungan untuk Anda mempelajari Thai Boxing seperti stamina yang prima, pembakaran lemak, pembakaran kolesterol serta pembentukan tubuh dan yang paling penting, adalah untuk menjaga diri dengan bela diri ini.

Teknik Dasar

• Footwork

• Pukulan

Jab: pukulan lurus dengan menggunakan tangan kiri. Untuk Anda yang kidal pukulan dilakukan dengan menggunakan tangan kanan. Target pukulan jab adalah wajah dan tubuh bagian depan.

Strike: pukulan lurus dari arah belakang dengan tangan lain yang tidak digunakan saat pukulan jab. Jika pukulan jab Anda menggunakan tangan kiri, maka strike menggunakan tangan kanan Anda dan sebaliknya. Target pukulan strike sama dengan jab.

Hook: Pukulan menyamping, targetnya adalah wajah dan tubuh bagian samping.

Upper Cut: Pukulan dari bawah ke atas. Targetnya lebih banyak lagi, bisa tubuh bagian samping maupun depan. Selain itu, dagu juga menjadi target pukulan ini.

• Tendangan

Low Kick: tendangan kaki lurus ke depan setinggi pinggang. Target dari tendangan ini adalah bagian pinggang ke bawah.

Middle Kick: tendangan kaki lurus ke depan setinggi pinggang hingga ketiak. Target dari gerakan ini adalah tubuh bagian tengah.

High Kick: tendangan tinggi dengan target bagian kepala.

Push Kick: tendangan kaki yang gerakannya seperti mendorong. Gerakan ini bisa dilakukan lurus ke depan ataupun ke arah bawah dan atas.

• Sikutan

Vertical: gerakan dengan menggunakan sikut yang bergerak dari atas ke bawah.

Horizontal: serupa dengan gerakan sikut vertical namun gerakan sikut sejajar.

Smashing Elbow: gerakan dengan sikut yang menyerupai gaya smash.

Upper Cut Elbow: sama dengan pukulan upper cut namun fokus pada sikut. Sikut digerakan dari bawah ke atas.

• Dengkulan

Upper Cut Knee: lutut digerakkan dari bawah ke atas. Serupa dengan gerakan upper cut yang lain namun fokus dengan menggunakan lutut.

Hook Knee: hampir sama dengan pukulan hook tapi mengunakan lutut.

Circle Knee: gerakan lutut memutar yang disertai dengan bagian badan yang juga memutar. Target gerakan ini adalah iga dan paha bagian samping.




Teknik Lanjutan

• Serangan

• Clinch

Gerakan ini hanya digunakan saat pertandingan Muay Thai. Gerakannya adalah seperti merangkul lawan dari arah depan. Berguna untuk menyerang lawan dengan menggunakan dengkul.



• Teknik Kombinasi

• Sparring

Perlengkapan Tarung
  • Gloves (Sarung Tinju)
  • Mouth Guard (Pelindung Gigi)
  • Shorts (Celana)
  • Handswrap (Pembalut Tangan)

Peralatan Latihan
  • Heavy Bags (Sansak)
  • Haed Guard (Pelindung Kepala)
  • Shin Guard (Pelindung Kaki)
  • Muay Thai Pads (Pad Tendangan)
  • Belly Pads (Pad Tendangan Perut)
  • Low Kick Pads (Pad untuk tendangan Sapuan)
  • Muay Thai Jump Rope (Lompat tali untuk Muay Thai [lebih berat])


Program Latihan
  • Pemanasan / Stretching : 10 menit
  • Lari : 10 Km
  • Skipping (Lompat Tali) : 20 menit
  • Shadow Box & Drill : 20 menit
  • Memukul & Menendang Sansak : 30 menit
  • Clinch / sparring : 30 menit
Program ini untuk profesional, untuk pemula menyesuaikan

Sinematografi

2007, Bintang Ryan McCarthy dan Jake , Film : Never Back Down.

2004, Muay Thai boxer Asanee Suwan, Film Beautiful Boxer.

1971 Shaw Brothers Studio , Film: Duel of Fists.Ti Lung .

2005, Bintang Tony Jaa,film : Ong-Bak, The Protector, Born to Fight, dan Tom-Yum-Goong.

2006, Bintang Dida Diafat, film : Chok Dee.

1999, Bintang Jean Claude van Damme, film : Kickboxer.

2007, Muaythai Chaiya (Film wajib pecinta muaythai)

Links
  • Organisasi




  • Sasana / Club
Indonesia







Rules / Peraturan



Muay Thai saat ini tersebar luas dan dipertandingkan di berbagai negara di dunia. Terdapat peraturan dan regulasi yang berbeda bergantung terhadap di negara mana pertandingan diadakan dan di bawah organisasi apa pertandingan muaythai tersebut diselenggarakan. Bagaimanapun juga peraturan yang ada harus mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh World Muaythai Council, Sebuah badan muaythai internasional.

Dalam peraturan dasar Muay Thai, pertandingan berlangsung tidak lebih dari 5 ronde, setiap ronde berlangsung selama 3 menit , dengan masa istirahat dua menit antar ronde. dan tidak diperkenankan mengadakan ronde tambahan.

Petarung harus memakai sarung tinju, masing-masing beratnya tidak kurang dari 6 ons (172 gram). Sarung tinju tidak boleh diperas, diremas atau dilumatkan untuk mengubah bentuk aslinya.

Para petarung harus memakai celana yang berwarna (merah atau biru sesuai sudut mereka). Para petarung harus memakai pelindung kemaluan untuk melindungi alat vital, sementara penggunaan Gum shield tidak diwajibkan.

Petarung dilarang mengenakan kemeja atau sepatu, tapi tutup mata kaki diperbolehkan.

Mongkol (ikat kepala Muay Thai) dapat dipakai di kepala hanya selama ritual pra-pertarungan untuk melakukan penghormatan kepada leluhur guru Muay Thai, Mongkol harus dilepas sebelum pertarungan dimulai.

Logam atau peralatan lainnya yang dapat membahayakan lawan dilarang digunakan. Berikut adalah detil peraturan dan regulasi dari World Muaythai Council.


1. Ring / Arena





  1. Ring yang digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
  2. Ukuran : Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sebagai berikut :
  3. ring ukuran kecil (panjang setiap sisinya 20 Kaki / 6,1 meter); ring ukuran besar (panjang setiap sisinya 24 kaki / 7,3 meter), ukuran tersebut adalah ukuran ring diukur dari dalam tali ring.
  4. Lantai dan sudut: Harus dibangun dengan baik tanpa penghalang dan dengan ekstensi / penambahan luas minimum di luar ring sekurang-kurangnya 3 kaki (91 cm). Tinggi lantai ring minimum harus 4 kaki (1,22 meter) dengan maksimal 5 kaki (1,48 meter) dari lantai dasar bangunan. Tiang pojok harus memiliki diameter antara empat inci (10 cm) hingga lima inci (12,70cm) dengan ketinggian tiang 58 inci (1,47 meter) dari lantai ring. Keseluruhan tiang yang berjumlah empat buah harus dilapisi bantalan .
  5. Lantai ring : Lantai ring harus dilapisi oleh bantalan berupa karet, kain lembut, karet matras, atau bahan serupa dengan ketebalan minimum 1 inci (2,50 cm) dan maksimum 1,5 inci (3,7 cm). Bantalan harus sepenuhnya ditutupi oleh kain kanvas.
  6. Tali ring : terdiri dari 4 buah tali dengan diameter tali minimum 1,2 inci (3cm) dan diameter maksimum 2 inci (5cm), yang terbentang dan dihubungkan oleh 4 buah tiang. Jarak dari dasar ring hingga tali paling bawah adalah 46 cm, tali kedua 76 cm, tali ketiga 107 cm, dan tali paling atas 137 cm. Tali dilapisi oleh material lembut seperti vinil. Setiap tali di setiap sisi digabungkan oleh dua buah pemisah tali (rope divider) yang berdiameter 3-4 cm dan memiliki jarak yang sama antara satu dan yang lainnya.
  7. Tangga ring : Setiap ring harus memiliki paling sedikit tiga buah tangga, dengan lebar paling tidak 1,07 meter. Dua buah tangga diletakkan di sudut pemain, dan tangga ketiga diletakkan di sisi tengah untuk digunakan oleh dokter dan petugas lainnya.
  8. Kantong plastik : ditempatkan di sudut pemain untuk meletakkan sisa tisu, bandage dan sampah lainnya.


2: Asesoris Ring


Peralatan berikut ini diperlukan pada pinggir ring.
  1. Area istirahat pada kedua sudut.
  2. Dua botol air minum dan dua botol semprot. Botol jenis lain tidak diijinkan di pinggir gelanggang.
  3. Dua buah handuk.
  4. Dua mangkuk air.
  5. Meja dan kursi untuk pejabat.
  6. Lonceng.
  7. Satu atau dua buah stopwatch.
  8. Papan skor.
  9. Kotak untuk menyimpan papan skor.
  10. Satu set indikator ronde, tanda atau papan skor.
  11. Dua pasang sarung tinju cadangan.
  12. Satu set celana cadangan berwarna biru dan merah.
  13. Pelindung kemaluan dengan satu atau dua tali.
  14. Dua buah kamar ganti temporer dari kain berbentuk persegi empat sebagai tempat ganti pelindung kemaluan atau untuk penyesuaian .
  15. Tandu
  16. Gunting berujung tumpul.

3 : Sarung Tinju







1. Hanya sarung tinju yang sudah mendapatkan sertifikat dari World Muay Thai Council yang boleh digunakan dalam pertandingan muay thai.

2. Persyaratan sarung tinju:

Sarung tinju yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Pembagian Berat Berat Sarung Tinju

Mini Flyweight - Junior Featherweight 6 ons (132 gram)

Featherweight - Welterweight 8 ons (227 gram)

Junior Middleweight and upwards 10 ons (284 gram)


Berat dari kulit yang membungkus sarung tinju tidak boleh melebihi separuh dari berat total sarung tinju, busa atau bantalan sarung tinju juga harus selalu dalam kondisi prima, tali pengikat sarung tinju harus diikat rapi dibalik pergelangan.



4: Bandages (Handwraps)






Hanya bandage dengan bahan kain yang diperbolehkan, dengan ukuran 5 cm x 4,5 meter. Bandage berbahan plastic atau plester dilarang dipergunakan. Penggunaan tape berperekat, berukuran 2,5 cm x 2,5 meter hanya diperbolehkan untuk menutupi pergelangan tangan tidak boleh untuk menutupi buku jari.


5: Dress Code


A. Pakaian Petarung
  1. Hanya celana tinju yang dipakai, warna celana tergantung dari sudutnya, sudut merah celananya berwarna merah, merah jambu, merah marun, atau dengan strip berwarna merah, sedangkan sudut biru celananya berwarna biru, biru muda, atau hitam.
  2. Untuk menjamin keselamatan petarung, pelindung kemaluan harus digunakan dalam setiap pertandingan.
  3. Rambut gondrong dan jenggot tidak diperkenankan, kumis diperbolehkan selama panjang kumis tidak melebihi bibir.
  4. Mongkol harus digunakan ketika melakukan wai kru, yang dilakukan sebelum pertandingan dimulai.
  5. Bandage elastis diperbolehkan untuk digunakan pada tangan atau kaki untuk mencegah otot terkilir, tetapi penggunaan pelindung tulang kering, dll, tidak diperbolehkan.
  6. Material berbahan metal, perhiasan dan sejenisnya tidak diperbolehkan
  7. Penggunaan vaselin, dan sejenisnya yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan secara curang tidak diperbolehkan.
  8. Petarung diperbolehkan menggunakan bandage pada ankle untuk mencegah kaki dari terkilir.


B. pelanggaran terhadap dress code bisa berakibat diskualifikasi. Jika timbul masalah pada sarung tinju yang dikenakan, wasit bisa menghentikan pertandingan sementara untuk memberi waktu bagi petarung untuk melakukan pembenahan pada sarung tinju yang digunakan.





Weight Division / Pembagian Kelas



A. Pembagian Kelas



Category Weight (up to)
  • Super Heavyweight 209 lb+ (95 kg+)
  • Heavyweight 190 lb+ (86 kg+)
  • Cruiserweight 190 lb (86 kg)
  • Light Heavyweight 175 lb (79 kg)
  • Super Middleweight 168 lb (76 kg)
  • Middleweight 160 lb (73 kg)
  • Junior Middleweight 154 lb (70 kg)
  • Welterweight 147 lb (67 kg)
  • Junior Welterweight 140 lb (64 kg)
  • Lightweight 135 lb (61 kg)
  • Junior Lightweight 130 lb (59 kg)
  • Featherweight 126 lb (57 kg)
  • Junior Featherweight 122 lb (55 kg)
  • Bantamweight 118 lb (54 kg)
  • Junior Bantamweight 115 lb (52 kg)
  • Flyweight 112 lb (51 kg)
  • Junior Flyweight 108 lb (49 kg)
  • Mini Flyweight105 lb (48 kg)

B. Timbang Badan

1. Petinju ditimbang tanpa mengenakan pakaian, paling lambat 3 jam sebelum pertandingan

2. Jika terjadi kelebihan berat badan, bisa dilakukan penimbangan ulang

3. Selain timbang badan, petarung harus diperiksa dan dinyatakan layak tanding oleh dokter yang sudah ditunjuk.


7: Wai Kru and Round Definition





  1. Sebelum ronde pertama dimulai, petarung harus melakukan wai kru (ritual memberi hormat kepada pelatih), dengan diiringi oleh alat musik tradisional Thailand, yaitu : simbal, tom tom dan seruling.
  2. Pertandingan muaythai terdiri dari 5 ronde, dengan lama tiap rondenya 3 menit dan istirahat 2 menit antara setiap rondenya. Penghentian selama pertandingan, tidak dihitung sebagai bagian dari 3 menit waktu ronde.


8: Boxers / Petarung





Persyaratan petarung
  1. Tidak memiliki cacat fisik dan berusia paling tidak 15 tahun
  2. Memiliki berat badan minimal 45 kg
  3. Tidak termasuk golongan orang yang dilarang bertanding, seperti yang tertera pada panduan kesehatan dari world muaythai council.

Muaythai Thaiboxing

Rules / Peraturan (lanjutan)



9: Seconds (Pendamping).

Dua orang pendamping diizinkan untuk mendampingi petarung sesuai ketentuan sebagai berikut:
  1. Selama pertandingan, pendamping tidak diperbolehkan untuk menasihati, membantu atau memberi instruksi kepada petarung yang mereka dampingi. Setiap pelanggaran aturan oleh pendamping atau petarung bisa mengakibatkan diskualifikasi petarung.
  2. Pendamping tidak diizinkan untuk memberi isyarat ke pihak pihak yang berkepentingan, tentang kondisi petarungnya.
  3. Selama pertandingan, pendamping harus menempati area yang sudah disediakan. Sebelum setiap ronde dimulai pendamping akan menyingkirkan semua handuk, botol air, dll keluar dari daerah ring.
  4. Selama interval, pendamping akan memastikan bahwa petarung mereka sudah berpakaian dengan benar. Jika terjadi masalah pendamping akan segera memberitahu wasit.

10: Komite Pertandingan

A. Kualifikasi Anggota Komite .

1. Tidak memiliki cacat fisik dan berusia minimal 25 tahun

2. Memiliki sertifikat kesehatan dari world muaythai council

3. Memiliki sertifikat tentang pengalaman, kesehatan, umur dan pekerjaan

4. Telah disertifikasi oleh world muaythai council bahwa sudah memenuhi syarat.


B. Kualifikasi Wasit

1. Setiap wasit harus ditraining dan lulus uji oleh komite yang telah ditunjuk oleh world muaythai council dan sudah memiliki sertifikat serta telah terdaftar sebagai wasit.

2. Tidak boleh berusia lebih dari 60 tahun kecuali sudah mendapat persetujuan dari komite yang berwenang.

3. Harus segera mengundurkan diri atas perintah komite atau ketika tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai wasit.

C. Jumlah Juri dan Wasit

Panitia pertandingan terdiri dari 3 juri dan 1 wasit dengan seorang inspektur pertandingan yang bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya pertandingan.

Muay Thai Rules 11: The Referee






A. Tugas.

Tugas utama wasit adalah memastikan keselamatan petinju sebagai prioritas utamanya.

B. Tanggung Jawab Wasit.

Seragam wasit terdiri dari celana panjang dan kemeja berwarna biru, yang berlogo World Muay Thai Council dan mengenakan sepatu kanvas datar. Wasit tidak diperbolehkan mengenakan kacamata atau perhiasan.

Wasit harus memastikan hal hal berikut :

  1. Keadilan dalam menegakkan peraturan pertandingan untuk semua pihak.
  2. Tidak ada ketidaksopanan dalam tingkah laku atau cara berbicara baik kepada petarung maupun penonton.
  3. Pengawasan yang ketat terhadap pertandingan.
  4. Perlindungan terhadap petarung yang lebih lemah dari cedera serius.
  5. Inspeksi terhadap sarung tinju dan pelindung ankle.
  6. Memastikan kedua petarung saling berjabat tangan sebelum ronde pertama dan terakhir.
  7. Untuk pertandingan kejuaraan atau pertandingan mempertahankan gelar, wasit harus menjelaskan kepada para petinju dan pendamping mereka tentang peraturan dan regulasi yang digunakan dalam pertandingan dan hal ini harus dilakukan di ruang ganti, sebelum pertandingan itu dimulai.


    Tiga perintah verbal yang digunakan:

    "STOP" ketika memerintahkan para petarung untuk menghentikan pertandingan.


    "BREAK" ketika memerintahkan para petinju untuk saling memisahkan diri "FIGHT" ketika memerintahkan para petinju untuk melanjutkan pertandingan.

    Ketika para petinju diperintahkan untuk "BREAK", keduanya harus melangkah mundur satu langkah sebelum melanjutkan untuk bertanding.

  8. Wasit harus menggunakan tanda isyarat yang benar untuk memastikan petinju paham tentang pelanggaran yang telah dilakukan.
  9. Pada akhir pertandingan, wasit akan mengumpulkan lembar nilai dari masing-masing dari tiga juri dan menunjukkan pemenang kepada para penonton, dengan cara mengangkat tangan petarung yang menang. Lembar nilai kemudian akan diserahkan kepada inspektur pertandingan untuk verifikasi.
  10. Untuk pertandingan kejuaraan, wasit akan mengumpulkan scoresheets dari hakim di akhir setiap putaran, memeriksa dan menyerahkan mereka ke inspektur pertandingan untuk kemudian mengangkat tangan pemenang setelah hasil diumumkan.
  11. Jika diperlukan untuk menghentikan pertandingan atau menghukum seorang petarung, wasit harus segera memberi tahu alasannya ke inspektur pertandingan setelah membuat pengumuman.
  12. Jika terjadi insiden terhadap wasit yang mengakibatkan wasit tersebut tidak dapat melanjutkan tugasnya, juri senior akan bertindak sebagai penggantinya.
  13. Wasit dilarang untuk memberikan penghitungan secara lisan atau peringatan yang memberikan keuntungan yang tidak adil atau merugikan salah satu petarung.
  14. Wasit dilarang memberikan komentar atau berspekulasi pada setiap pertandingan kecuali mendapat persetujuan terlebih dahulu dari inspektur pertandingan.
  15. Semua wasit wajib menjalani inspeksi tahunan dan sertifikasi medis oleh dokter dari Dewan dan harus sehat secara fisik pada awal setiap pertandingan.
C. Tugas Wasit.
  1. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera jika menganggap bahwa salah satu petarung secara signifikan lebih mendominasi atau lebih kuat dari yang lain.
  2. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera ketika seorang petinju dalam kesulitan atau terluka.
  3. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera jika ia menganggap bahwa salah satu atau kedua petarung ada yang berpura-pura atau tidak mencoba memberikan pertarungan terbaik mereka.
  4. Untuk menghentikan pertandingan atau memperingatkan para petinju karena melakukan pelanggaran atau melanggar aturan.
  5. Segera mendiskualifikasi petinju yang dengan sengaja melanggar aturan, melukai atau menunjukkan agresi apapun ke wasit.
  6. Untuk mendiskualifikasi petinju dan pendampingnya jika sengaja melanggar aturan atau tidak mengikuti instruksi wasit.
  7. Untuk mendiskualifikasi petarung yang dengan sengaja atau tanpa sengaja menyebabkan foul.
  8. Untuk menghentikan pertandingan jika ia menganggap bahwa petinju yang telah menerima hitungan, tidak mampu melanjutkan pertandingan secara efektif.
  9. Untuk melarang keuntungan untuk seorang petinju yang dengan sengaja melakukan pelanggaran dengan cara apapun.

12: Judges / Hakim


A. Tanggung Jawab Hakim

Hakim bertindak secara independent dalam melakukan penilaian

Tiap hakim duduk di sisi yang berbeda dan terpisah dengan penonton

Hakim harus berlaku netral, kecuali ketika pelanggaran peraturan terjadi dimana hakim mengacu pada keputusan wasit, hal ini dilakukan pada saat interval ronde

Pada tiap akhir ronde, hakim harus melengkapi skor untuk ronde tersebut

Hakim tidak diperkenankan meninggalkan tempat hingga pertandingan usai dan hasilnya sudah diumumkan

B.Seragam

Hakim harus menggunakan seragam sesuai ketentuan yang berlaku dari WMC


13.Keputusan Final

Pemimpin komite pertandingan dapat memberikan koreksi terhadap hasil final dengan kondisi:

  • Wasit melakukan penilaian yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku
  • Hakim terbukti melakukan penilaian yang mencurigakan

14 : Tugas Inspektur Pertandingan
  1. Menunjuk wasit dan juri
  2. Mengawasi dan meningkatkan kualitas wasit dan juri dan memastikan keselarasan antara peraturan dan penerapannya.
  3. Memastikan wasit dan juri melakukan tugasnya secara professional dan memberi masukan kepada world muaythai council jika ada ketidakaturan.
  4. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan promosi, dan melaporkannya kepada komite konsil.
  5. Membuat keputusan terhadap wasit dan juri.
  6. Memverifikasi lembar skor untuk memastikan bahwa :
    a. Skor diraih secara benar (tidak ada kecurangan).

    b. Nama petarung adalah benar.

    c. Pemenang yang sah sudah dicatat.

    d. Memastikan keabsahan lembar skor dan memeriksanya

    e. Mengumumkan hasilnya kepada penonton.
  7. Membuat keputusan jika wasit dan juri tidak dapat memberikan keputusan
  8. Melaporkan kepada komite konsil nama petarung yang melakukan pelanggaran dan menunjukkan performa yang buruk.
Muay Thai Rules 15: Time Keeper and Announcer

A. Lokasi Bangku.

Bangku untuk pencatat waktu dan announcer terletak didekat ring.

B. Tugas dan Tanggung jawab.

Pencatat waktu harus memastikan bahwa pencatatan waktu setiap ronde dan istirahat berlangsung presisi , pencatatan dilakukan dibawah instruksi wasit untuk mulai atau berhenti. Prosedur berikut ini digunakan untuk pencatatan waktu :
  1. Memberikan signal 5 detik sebelum pertandingan dimulai setiap rondenya, agar pendamping dapat segera meninggalkan ring
  2. Lonceng digunakan sebagai tanda mulai dan berhentinya setiap ronde
  3. Mengurangi waktu istirahat sesuai instruksi wasit
  4. Memastikan penghitungan waktu secara akurat menggunakan jam dan stopwatch
  5. Jika petarung menerima penghitungan selama ronde 1-4 dan waktu berakhir, lonceng harus segera dibunyikan setelah wasit selesai menghitung
  6. Pada ronde terakhir jika terjadi penghitungan, lonceng harus segera dibunyikan jika waktu sudah melebihi 3 menit, walaupun wasit masih melakukan penghitungan
C.Tugas Announcer

1. Menyebutkan nama , sudut, dan berat petarung sebelum pertandingan dan setelah petarung naik ring

2. Memerintahkan pendamping turun dari ring setelah lonceng berbunyi

3. Mengumumkan nomor ronde di awal dan akhir setiap rondenya

4. Mengumumkan pemenang dan sudutnya, ketika wasit mengangkat tangan sang pemenang
Selengkapnya - Muay Thai Thai Boxing ( มวยไทย )

Aikido 合気道

Shihonage.jpg
Fokus

Negara asal

Pencipta

Seni pendahulu

Olahraga Olimpiade
Tidak

Aikido (Bahasa Jepang: 合気道, aikidō) adalah salah satu seni beladiri asal Jepang yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei), yang banyak bagiannya berasal dari ilmu beladiri Daito Ryu Aiki-Jujutsu.[1] Daito Ryu Aiki-Jujutsu diciptakan pada era modernisasi Jepang yang berlangsung sekitar tahun 1800-an.

Pengajaran Aikido saat ini telah dapat ditemukan di seluruh belahan dunia dan dalam beberapa aliran, dengan penafsiran dan penekanan yang berbeda-beda atas ajaran Ueshiba. Namun, kesemuanya tetap mewarisi berbagi teknik yang sama, dan sebagian besar tetap mempertahankan keperdulian terhadap aspek keselamatan bagi pihak yang menyerang.

Sejarah


Morihei Ueshiba, penemu Aikido.

Aikido diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei, 14 Desember 1883-26 April 1969, disebut juga sebagai ousensei 大先生、翁先生 " guru besar"), yang diformulasikannya sejak akhir 1920-an sampai dengan 1930-an. Ueshiba menyusun dan mengembangkan Aikido dari berbagai koryu (seni beladiri/seni pedang lama) menjadi suatu seni beladiri yang unik. Dojo pertama Aikido didirikan di Tokyo dan saat ini masih ada dan bernama Aikikai Hombu Dojo.

Ueshiba menginginkan Aikido tidak hanya sebagai perpaduan seni beladiri, tetapi juga ekspresi falsafah pribadinya yang bersifat damai dan universal. Seumur hidupnya, Ueshiba dan murid-muridnya telah menyebarkan Aikido dengan cara mendidik dan menciptakan praktisi beladiri ini di seluruh dunia. Ueshiba meninggal pada tanggal 26 April 1969 karena penyakit kanker, namun Aikido tetap berkembang pesat setelah kematiannya.

Etimologi dan filsafat



Kanji Aikido
Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (気, prana) individu dengan ki alam semesta. Kata "aikido" berasal dari tiga huruf kanji:

  • - ai - bergabung, menyatukan, menyelaraskan
  • - ki - roh, energi kehidupan
  • - - jalan, cara
Seni beladiri ini juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.

Tehnik


Diagram ikkyō, atau "teknik pertama" Aikido.

Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan, bantingan. Sementara teknik-teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan. Falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki, membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Secara umum Aikido dapat golongkan sebagai beladiri kuncian dan pergumulan (Inggris: grappling).

Dalam Aikido ini juga tidak mengenal sistem kompetisi atau pertandingan, seperti beladiri-beladiri lainnya. Namun sistem kompetisinya lebih bersifat embukai (peragaan teknik).
Aikido juga mendapatkan pengaruh dari seni beladiri tradisional Jepang Kenjutsu dan Jujutsu. Pengaruh Kenjutsu tampak dalam pengaturan gerakan gerakan atau langkah langkah kaki. Sedangkan pengaruh Jujutsu tampak dalam penggunaan teknik kuncian dan lemparan.
Hingga saat ini Aikido juga banyak memiliki banyak cabang-cabang "teknik" (Inggris: style) yang juga memperkaya teknik-teknik yang tidak meninggalkan teknik dasarnya. Aliran Nisyo misalnya lebih menekankan style teknik-tekniknya kepada pedang (bokken) dan tongkat (jo). Sedangkan aliran Iwamalebih menekankan teknik-tekniknya kepada kecepatan dalam mengatasi serangan lawan (nage).

Sistem tingkatan

                                                                                        tingkat sabuk warna tipe
                                                                                        kyū Ceinture blanche.png putih mudansha
                                                                                        shodan Ceinture noire.png hitam yūdansha

Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang praktisi Aikido hampir sama dengan yang digunakan oleh seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu (mudansha, tidak memiliki dan) untuk tingkat dasar dan Shodan (yūdansha, memiliki dan = ahli) untuk tingkat mahir.
Praktisi yang berada di tingkat kyu 6 sampai kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih, sementara praktisi yang mencapai tingkatan kyu 3 sampai 1 menggunakan sabuk berwarna cokelat. Adapula dojo yang menerapkan sabuk kyu 6 sampai 1 tetap berwarna putih. Shodan adalah tingkatan yang selanjutnya; praktisi yang mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta aksesoris tambahan berupa celana panjang bernama hakama. Celana seperti ini biasa dipakai oleh para samurai pada zaman dahulu.

Selengkapnya - Aikido 合気道

Krav Maga

Pencipta
Imi Lichtenfeld (1910–1998)




Praktisi ternama
Imi Lichtenfeld, Haim Gidon, Raffi Liven,Alan Predolin, Eyal Yanilov, Darren Levine, Ran Nakash, Kobi Lichtenstein, Haim Zut, Rhon Mizrachi, David Kahn, Alan Feldman, Rick Blitstein, Nir Maman, Yigal Arbiv, Itay Gil, Moshe Katz



Olahraga Olimpiade
Tidak


Krav Maga (Ibrani: קרב מגע yang berarti "pertarungan kontak") adalah sebuah seni bela diri militer tangan kosong yang dikembangkan di Israel. Teknik dari Krav Maga menekankan pada netralisasi ancaman maksimum dalam konteks "kehidupan nyata". Sistem ini diakui keunggulannya karena telah diadopsi oleh Pasukan Pertahanan Israel dan juga badan-badan penegak hukum internasional lainnya seperti FBI, Mossad, SWAT, dan lain-lain.


Etimologi

Nama umumnya berasal dari bahasa Ibrani yang berarti "Pertarungan Jarak Dekat". Kata maga(מגע) berarti "kontak" atau "dekat" dan kata krav (קרב) berarti "pertarungan". Kata tersebut mempunyai maksud pertarungan yang melibatkan kontak fisik sebagai kebalikan dari pertarungan yang menggunakan senjata jarak jauh - walaupun Krav Maga juga mengajarkan teknik penggunaan senjata modern yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti senapan, pistol, dan benda sejenis yang digabungkan dengan teknik bela diri[2].

Prinsip Dasar

Tidak ada aturan baku dalam pertarungan Krav Maga. Baik pria maupun wanita menjalani metode latihan (drill) yang sama. Krav Maga tidak memiliki badan olahraga serta seragam resmi, walaupun beberapa organisasi mengenalkan sistem pangkat atau tingkatan berbeda dalam sistem kepelatihannya.

Tidak ada peraturan baku dalam Krav Maga sebagai teknik membela diri dalam pertarungan, namun Krav Maga pada pada dasarnya menekankan keselamatan diri penggunanya sambil berusaha melumpuhkan lawannya dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Beberapa prinsip umum adalam Krav Maga adalah sebagai berikut :
  • Jangan terluka
  • Menetralkan penyerang secepat mungkin
  • Melakukan transisi dari teknik bertahan ke teknik menyerang secepat mungkin
  • Eksploitasi semua reflek alami dalam tubuh
  • Eksploitasi semua bagian tubuh yang mudah diserang (termasuk mata, tenggorokan, selangkangan, dan lain-lain)
  • Penggunaan semua benda yang ada sebagai bantuan
Latihan dasar dalam Krav Naga mencakup latihan aerobik dan anaerobik. Perlengkapan pelindung seperti bantalan dan helm bisa saja digunakan selama latihan pertarungan. Skenario juga digunakan untuk melatih pengguna Krav Maga agar bisa mengggunakan keahlian bela dirinya dalam situasi-situasi tertentu di lapangan, misalnya saat melakukan patroli jalanan. Latihan yang memakai skenario mengajarkan pengguna Krav Maga untuk mengabaikan gangguan atau situasi lain yang bisa mengalihkan perhatiannya dan tetap fokus dalam pertarungan, contohnya dengan memakai musik keras atau mesin uap dalam latihan[6]. Metode latihan lain untuk memberi kesan serealistik mungkin dalam situasi di dunia nyata mencakup teknik mengaburkan pandangan musuh (blindfolding), latihan hingga mencapai batas kelelahan sebelum menghadapi simulasi pertarungan, serta aneka latihan lain yang dilakukan di luar ruangan.
Selain latihan-latihan untuk pertarungan fisik, Krav Maga juga mengajarkan penggunanya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sekitarnya sehingga bisa mengambil tindakan antsipasi sebelum penyerangan terjadi. Krav Maga juga mengajarkan metode verbal agar penggunanya bisa menghindari situasi-situasi kekerasan yang membahayakan keselamatannya sebisa mungkin.


Sejarah

Pengembangan di Israel

Krav Maga pertama kali dikembangkan di Cekoslovakia pada tahun 1930-an oleh Imi Lichtenfeld , juga diketahui sebagai Imi Sde-or (Sde-or berarti "bidang terang" yang merupakan terjemahan secara langsung terhadap namanya akhirnya "light field" menjadi Lichtendfield). Dia pertama kali mengajarkan metode bela dirinya di Bratislava dengan tujuan untuk melindungi komunitas Yahudi dari milisi Nazi. Setelah tiba di daerah "Mandat Inggris untuk Palestina", dia mulai mengajarkan sistemnya kepada Pasukan Haganah, pasukan tentara bawah tanah Yahudi. Baru setelah negara Israel berdiri, Imi menjadi kepala pelatihan fisik dan Krav Maga di Pasukan Pertahanan Israel. Dia mengabdi di IDF selama kira-kira 20 tahun dan selama waktu itu, dia terus mengembangkan dan menyempurnakan metode pertarungan tangan kosongnya. Pada tahun 1978 dia mendirikan Asosiasi Krav Maga Israel yang bersifat non profit (tidak berorientasi untuk keuntungan) bersama sejumlah instruktur seniornya . Dia meninggal pada tahun 1998 di Netanya, Israel.

Pengembangan di Amerika Serikat

Pada tahun 1980, para ahli Krav Maga tinggal di Israel dan berlatih di bawah Asosiasi Krav Maga Israel. Tahun tersebut juga ditandai dengan kontak Asosiasi Krav Maga Israel dengan peminat di Amerika Serikat. Pada tahun 1981, para instruktur melakukan demonstrasi Krav Maga di Amerika Serikat, termasuk markas FBI. Hasilnya, 22 orang pergi ke Israel untuk menghadiri Kursus Dasar Instruktur Krav Maga. Setelah itu para peserta kembali ke daerah asalnya dan mengembangkan sekolah di daerahnya masing-masing. Murid-murid tambahan pada waktu itu pergi ke Israel pada tahun 1984 dan lagi pada tahun 1986. Pada waktu yang bersamaan, instruktur dari Israel juga mengunjungi badan-badan hukum Amerika Serikat untuk memperkenalkan Krav Maga. Setiap tahunnya, sertifikasi untuk menjadi instruktur Krav Maga ditawarkan di Netanya, Israel, kepada mereka yang memenuhi kualifikasi.

Pengembangan di Indonesia

Krav Maga di Indonesia dibawa ke Indonesia oleh 2 organisasi, yaitu Komando Indonesia dan Self Defense Indonesia. Khusus untuk Self Defense Indonesia, sejak Januari 2009 kurikulum inti dari SDI berubah dari KM Core menjadi Defensive Tactics seiring dengan perkembangan dan bentuk solidaritas terhadap perlawanan bangsa dan rakyat Palestina.

Komando Indonesia

Komando Indonesia adalah Organisasi yang melatih Krav Maga di Indonesia. Didirikan oleh Bapak David dan timnya pada tahun 2007, beliau adalah penasehat keamanan yang sudah berpengalaman di berbagai daerah konflik seperti: Kabul, Baghdad, Yala (Thailand Selatan), Sudan, serta Ulan Bataar dan juga medan konflik domestik seperti di Papua, Poso, Atambua, dan Aceh. Pada September 2008, Komando Indonesia resmi beraffiliasi dengan Commando Krav-Maga dan September 2009, resmi sebagai Training Center Avi Nardia Kapap Combative yang juga dikenal sebagai Kapap Indonesia.


Penggunaan sekarang

Pada tahun 1964, Imi menuntaskan pengabdiannya kepada IDF dan mengajarkan Krav Maga kepada sipil. Di Israel, Krav Maga diajarkan oleh Haim Gidon di Institut Wingate yang merupakan salah satu pusat fitness terbaik di dunia.
Krav Maga sendiri menjadi bela diri tangan kosong resmi IDF dan diajarkan kepada setiap tentara israel sebagai bagian dari latihan mereka. Krav Maga juga merupakan sistem bela diri resmi yang digunakan oleh kepolisian Israel , badan intelejen, dan badan Keamanan lainnya.

Saat ini, Krav Maga diajarkan di Israel kepada sipil, militer, aparat hukum, dan agensi keamanan. Ada beberapa organisasi pusat yang dikenali:
  • The Israeli Krav Maga Association - (IKMA) Organisasi Krav Maga pertama dan tertua yang didirikan oleh Imi pada tahun 1978 dan dikepalai oleh Haim Gidon
  • The International Krav Maga Federation (IKMF) - Bermarkas di Israel, didirikan oleh beberapa murid Imi dan dikepalai oleh Eyal Yanilov
  • The Krav Maga Federation/Krav Maga International-Kapap - Didirikan oleh Grandmaster Haim Zut yang merupakan salah satu pendiri IKMA.
  • Krav Maga World Wide - Didirikan oleh Darren Levinne yang merupakan murid Imi dan Eyal Yanilov
Selengkapnya - Krav Maga

Muay thai

Muay Thai atau Muai Thai (bahasa Thai: มวยไทย, IPA: [muɛ̄j tʰɑ̄j]) adalah seni bela diri keras dari Thailand. Muay Thai mirip dengan gaya seni bela diri lain dari Indocina, seperti pradal serey dari daerah Kamboja, Tomoi dari daerah Malaysia, lethwei dari daerah Myanmar dan Muay Lao dari daerah Laos. Muay Thai adalah olahraga nasional Thailand dan turunan dari bela diri kuna Muay Boran.


Etimologi


Kata Muay berasal dari bahasa Sansekerta "mavya" ("tinju bela diri") dan Thai berasal dari kata "Tai" ("suku Thai"). Muay Thai disebut sebagai "Seni Delapan Tungkai" atau "Ilmu Delapan Tungkai" karena tehniknya sangat sarat menggunakan pukulan, tendangan, siku dan serangan lutut, sehingga penggunaan delapan "titik kontak", yang berbeda dengan tehnik "dua poin" (tinju) di tinju gaya Barat dan "empat poin" (tangan dan kaki) yang digunakan dalam seni bela diri yang berorientasi olahraga. Seorang praktisi Muay Thai dikenal sebagai nak Muay , sedangkan praktisi Barat, kulit putih atau non-Asia Tenggara kadang-kadang disebut nak Muay farang, yang berarti "petinju asing".

Asal-usul


Petarung Muay Thai sembahyang sebelum pertarungan.
Berbagai bentuk kickboxing telah lama dipraktekkan di seluruh daratan Asia Tenggara. Berdasarkan kombinasi dari Cina dan seni bela diri India, [1] praktisi Muay Thai mengklaim bahwa Muay Thai telah ada selama dua ribu tahun. Di Thailand, Muay Thai berevolusi dari Muay Boran ("tinju kuno"), sebuah metode pertempuran tangan kosong yang mungkin telah digunakan oleh tentara bangsa Siam setelah kehilangan senjata mereka di pertempuran. Beberapa juga percaya bahwa militer bangsa Siam kuno menciptakan Muay Thai dari seni berbasis senjata Krabi krabong tetapi yang lain berpendapat bahwa keduanya dikembangkan bersamaan satu sama lain. Krabi Krabong tetap merupakan pengaruh penting pada Muay Thai seperti dapat dilihat pada beberapa teknik tendangan, pitingan dan gerakan-gerakan dalam wai khru yang memiliki asal-usul mereka dalam pertempuran bersenjata.

Muay Boran, dan setelah itu Muay Thai, awalnya disebut "dhoi muay" atau hanya "Muay". Selain digunakan sebagai teknik pertempuran praktis untuk digunakan dalam perang yang sebenarnya, "Muay" kemudian menjadi sebuah olahraga di mana dua lawan bertempur di depan penonton yang pergi untuk melihat hiburan. Kontes "Muay" ini berangsur-angsur menjadi bagian integral dari perayaan festival lokal negeri Siam, khususnya yang diadakan di kuil persembahyangan Hindu-Buddha. "Muay" bahkan digunakan sebagai hiburan bagi raja-raja Siam. Akhirnya, para petarung yang sebelumnya bertelanjang tangan mulai mengenakan tali rami panjang di sekitar tangan dan lengan. Jenis pertandingan pertunjukan ini disebut muay kaad cheuk (Aksara Thai: มวยคาดเชือก).

"Muay" secara bertahap kemudian menjadi cara yang mungkin untuk mencapai kemajuan hidup pribadi, karena para bangsawan semakin menghormati para praktisi seni "Muay" yang terampil dan mengundang petarung yang terpilih untuk datang dan tinggal di istana kerajaan untuk mengajarkan "Muay" kepada staf rumah tangga kerajaan, prajurit, pangeran atau pengawal pribadi sang raja.[rujukan?] "Muay kerajaan" ini disebut muay luang (มวยหลวง). Beberapa waktu dalam periode Kerajaan Ayutthaya, satu peleton pengawal kerajaan didirikan, yang tugasnya adalah untuk melindungi raja dan negara. Mereka dikenal sebagai "Grom Nak Muay" (Resimen Petarung Muay). Tradisi "Muay" sebagai pelindung kerajaan ini berlanjut sampai masa pemerintahan dari Raja Rama V (1868 – 1910) dan Rama VII (1925 – 1935).

Teknik bertarung


Petarung melakukan ritual Wai Khru Ram Muay sebelum pertandingan Muay Thai.
Teknik formal Muay Thai dibagi menjadi dua kelompok: "Mae Mai" atau "teknik utama" dan "Luk Mai" atau "teknik minor". Muay Thai sering merupakan seni tempur kontak penuh, dimana lawan saling bertukaran pukulan dengan satu sama lain. Hal ini tentunya adalah berdasar penataan gaya tradisional di Thailand, tapi merupakan suatu bentuk bela diri yang kurang populer dalam sirkuit dunia bela diri kontemporer di mana gaya bertukar pukulan dengan pukulan ala Thai dianggap tidak lagi menguntungkan. Hampir semua teknik dalam Muay Thai menggunakan gerakan seluruh tubuh, memutar pinggul dengan setiap tendangan, pukulan, siku dan tangkisan.                                                                                                                   Petarung melakukan ritual Wai Khru Ram Muay sebelum pertandingan Muay Thai.

Pukulan (Chok)



Pertandingan Muay Thai di Bangkok, Thailand.
Istilah Indonesia Thai Transliterasi IPA
Jab Pukulan pendek หมัดตรง Mud Trong mɑd troŋ
Hook Pukulan belok หมัดเหวี่ยงสั้น Mud Wiang San mɑd wɪɑŋ sɑn
Swing Pukulan ayun หมัดเหวี่ยงยาว Mud Wiang Yao mɑd wɪɑŋ jɑːo
Spinning Backfist Pukulan ke belakang berputar หมัดเหวี่ยงกลับ Mud Wiang Glub mɑd wɪɑŋ ɡlɑb
Uppercut Pukulan ke atas หมัดเสย ( หมัดสอยดาว ) Mud Seuy mɑd sɣɪ
Cobra Pukulan kobra กระโดดชก Kra-dod Chok ɡrɑ doːd tʃoɡ

Teknik pukulan dalam Muay Thai awalnya cukup sederhana menjadi serangan menyilang dan panjang (atau malas) yang melingkar yang dilakukan dengan lengan lurus (tapi tidak terkunci) dan mendarat dengan tumit telapak tangan. Pengawinan-silang dengan tinju ala Barat dan seni bela diri Barat menjadikan adanya jarak pukulan tinju penuh gaya barat yang sekarang digunakan: jab, kanan lurus / silang, hook, pukulan ke atas, pukulan sodok dan pukulan pilin dan atas tangan, serta kepalan tangan dan pukulan ke belakang.
Sebagai taktik, meninju tubuh jarang digunakan dalam Muay Thai dibandingkan seni bela-diri menyerang yang lain untuk menghindari mengekspos kepala penyerang dan membalas serangan dari lutut atau siku. Untuk memanfaatkan jarak poin sasaran, sesuai dengan teori garis tengah, petarung bisa menggunakan gaya berdiri ala Barat atau Thai yang memungkinkan eksekusi serangan jarak panjang atau serangan jarak pendek secara efektif tanpa mengorbankan pertahanan.

Siku lengan (Tee sok)


Siku lengan dapat digunakan dalam beberapa cara sebagai senjata serangan: horisontal, diagonal-ke atas, diagonal-ke bawah, pukulan ke atas, ke bawah, ke belakang-berputar dan terbang. Dari sisi samping sikut dapat digunakan sebagai jurus penghabisan atau sebagai cara untuk memotong pelipis lawan sehingga darah bisa menghalangi pandangannya. Siku diagonal lebih cepat dari bentuk-bentuk serangan sikut lain, tetapi kurang kuat.

Istilah Indonesia Thai Transliterasi IPA
Elbow Slash Bantingan siku ศอกตี Sok Tee sɔ̀ːk tīː
Horizontal Elbow Siku horisontal ศอกตัด Sok Tud sɔ̀ːk tàd̥
Uppercut Elbow Siku ke atas ศอกงัด Sok Ngud sɔ̀ːk ŋád̥
Forward Elbow Thrust Dorongan siku ke depan ศอกพุ่ง Sok Poong sɔ̀ːk pʰûŋ
Reverse Horizontal Elbow Siku horisontal ke belakang ศอกเหวี่ยงกลับ Sok Wiang Glub sɔ̀ːk wìːaŋ klàb̥
Spinning Elbow Siku berputar ศอกกลับ Sok Glub sɔ̀ːk klàb̥
Elbow Chop Pukulan-potong siku ศอกสับ Sok Sub sɔ̀ːk sàb̥
Double Elbow Chop Pukulan-potong ganda siku ศอกกลับคู่ Sok Glub Koo
Mid-Air Elbow Strike Serangan udara sikut กระโดดศอก Gra-dode Sok
Terdapat perbedaan yang jelas antara serangan siku tunggal dan serangan lanjutannya. Serangan siku tunggal adalah sebuah gerakan siku yang independen dari gerakan lainnya, sedangkan serangan siku lanjutan adalah serangan kedua dari lengan yang sama, menjadi hook atau pukulan lurus dengan serangan siku sebagai lanjutan. Serangan siku tersebut, dan serangan siku lainnya, digunakan ketika jarak antara petarung menjadi terlalu pendek dan ruang gerak terlalu kecil untuk melempar hook ke kepala lawan. Siku juga dapat digunakan sebagai tangkisan atau pertahanan yang sangat efektif terhadap, misalnya, serangan lutut-lompat, serangan lutut samping-tubuh, tendangan atau pukulan.


Tendangan (Tae)

Istilah Indonesia Thai Transliterasi
Straight Kick Tendangan lurus เตะตรง Tae Trong
Roundhouse Kick Tendangan putar เตะตัด Tae Tud
Diagonal Kick Tendangan diagonal เตะเฉียง Tae Chiang
Half-Shin, Half-Knee Kick Tendangan tulang-kering, Tendangan setengah lutut เตะครึ่งแข้งครึ่งเข่า Tae Krueng Kheng Krueng Kao
Spinning Heel Kick Tendangan tumit berputar เตะกลับหลัง Tae Glub Lang
Down Roundhouse Kick Tendangan putar ke bawah เตะกด Tae Kod
Axe Heel Kick Tendangan tumit kapak เตะเข่า Tae Khao
Jump Kick Tendangan loncat กระโดดเตะ Gra-dode Tae
Step-Up Kick Tendangan naik เขยิบเตะ KhaYiep Tae

Dua tendangan yang paling umum di Muay Thai dikenal sebagai teep (harfiah "jab kaki") dan teh chiang (menendang ke atas dalam bentuk segitiga memotong di bawah lengan dan rusuk) atau "tendangan sudut". Tendangan sudut Muay Thai menggunakan gerakan rotasi dari seluruh tubuh dan telah banyak digunakan oleh praktisi seni bela diri lainnya. Hal ini terlihat serupa dengan tendangan putar karate, tetapi menghilangkan rotasi kaki bagian bawah dari lutut yang digunakan dalam seni bela diri menyerang seperti kebanyakan karate atau taekwondo karena seperti Kyokushin, Goju, dan Kenpo tendangan ini dilakukan dari suatu sikap melingkar, dengan kaki belakang hanya sedikit bergerak ke belakang, dibandingkan naluri bela diri tubuh bagian atas (tinju).

Gaya ini memiliki resiko tambahan di mana pangkal paha akan rentan pada setiap waktu yang berlawanan dengan prinsip Karate dan Tae Kwon Do secara umum kecuali untuk saat yang singkat setelah tendangan. Tendangan sudut mengumpulkan kekuatan sepenuhnya dari pergerakan rotasi tubuh, yaitu bagian pinggul. Diperkirakan banyak petarung menggunakan konter-rotasi dari lengan untuk meningkatkan kekuatan tendangan ini, tetapi dalam kenyataan kekuatan datang dari pinggul, dan lengan diletakkan dalam posisi tersebut untuk membebaskan serangan dari halangan.
Jika tendangan putar ini dicoba oleh lawan, petarung Muay Thai biasanya akan menangkis dengan tendangan tulang keringnya. Petarung Thai dilatih untuk selalu menangkis dan menyerang dengan tulang kering. Kaki berisi banyak tulang halus dan jauh lebih lemah. Seorang petarung mungkin malah akan menyakiti dirinya sendiri jika ia mencoba untuk menyerang dengan kakinya atau kura-kura kaki.
Muay Thai juga mencakup macam tendangan lain seperti tendangan samping dan tendangan ke-belakang berputar. Tendangan-tendangan ini hanya digunakan dalam serangan oleh beberapa petarung tertentu.

Dengkul / lutut (Tee kao)


Istilah Indonesia Thai Transliterasi
Straight Knee Strike Serangan lutut lurus เข่าตรง Kao Trong
Diagonal Knee Strike Serangan lutut diagonal เข่าเฉียง Kao Chiang
Curving Knee Strike Serangan lutut melengkung เข่าโค้ง Kao Kong
Horizontal Knee Strike Serangan lutut horisontal เข่าตัด Kao Tud
Knee Slap Tepak lutut เข่าตบ Kao Tob
Knee Bomb Bom lutut เข่ายาว Kao Youwn
Jumping Knee Lutut lompat เข่าลอย Kao Loi
Step-Up Knee Strike Serangan lutut naik เข่าเหยียบ Kao Yiep
  • "Kao Dode" (Serangan lutut lompat) – petarung melompat dengan satu kaki dan menyerang dengan lutut kaki tersebut.
  • "Kao Loi" (Serangan lutut terbang) – petarung mengambil langkah, melompat ke depan dan dari satu kaki menyerang dengan lutut kaki tersebut.
  • "Kao Tone" (Serangan lutut lurus) – petarung hanya menyodor lutut ke depan tetapi tidak ke atas, kecuali ia memegang kepala lawan ke bawah dalam pitingan dan berniat untuk mendengkul ke atas, ke wajah lawan. Menurut salah satu sumber tertulis, teknik ini agak lebih baru dibanding "Kao Dode" atau "Kao Loi".[rujukan?]
Seharusnya, ketika petarung Muay Thai tradisional bertarung dengan tangan terikat tali (bukan sarung tinju petarung modern), teknik khusus ini akan berpotensi untuk melukai dengan cara memotong dan menyilet oleh lawan waspada yang akan mem-blok atau menangkis dengan "sarung tangan-tali" yang bertepi tajam yang kadang-kadang dicelupkan ke dalam air untuk membuat tali lebih kuat. Hal ini juga berlaku untuk beberapa serangan lutut.
Dalam sebuah episode acara televisi Amerika Serikat Fight Science, seniman bela diri menggunakan tehnik tendangan paling kuat mereka pada boneka uji-kecelakaan untuk menguji kekuatan serangan mereka. Acara ini membandingkan kekuatan rusak tendangan-sisi karate, tendangan terbang ganda Cina, tendangan belakang berputar taekwondo dan serangan lutut Muay Thai yang dilakukan oleh juara Muay Thai Melchor Menor. Dalam hal kekuatan, tenaga, kerusakan dan depresi dada yang diakibatkan tendangan, serangan lutut Muay Thai mengakibatkan daya yang paling besar dari semua teknik tersebut.

Dorongan kaki (teep)

Dorongan-kaki atau secara harfiah "jab kaki" adalah salah satu teknik dalam Muay Thai. Hal ini terutama digunakan sebagai teknik defensif untuk mengendalikan jarak atau serangan tangkisan. Dorongan-kaki harus dilancarkan dengan cepat tetapi dengan kekuatan yang cukup untuk menjatuhkan lawan dari keseimbangan.

Istilah Indonesia Thai Transliterasi IPA
Straight Foot-Thrust Dorongan-kaki lurus ถีบตรง Teep Trong tʰìːb̥ tròŋ
Sideways Foot-Thrust Dorongan-kaki menyamping ถีบข้าง Teep Kang tʰìːb̥ kʰâːŋ
Reverse Foot-Thrust Dorongan-kaki balik ถีบกลับหลัง Teep Glub Lang tʰìːb̥ klàb̥ làŋ
Slapping Foot-Thrust Dorongan-kaki cepat ถีบตบ Teep Tob
Jumping Foot-Thrust Dorongan-kaki lompat กระโดดถีบ Gra-dode Teep kràʔ dòːd̥ tʰìːb̥

Peraturan


Muay Thai dipraktekkan di berbagai negara dan terdapat peraturan yang berbeda-beda tergantung di negara mana pertarungan berlangsung dan di bawah peraturan organisasi apa pertandingan tersebut diatur. Berikut ini adalah pranala ke bagian aturan resmi dari Sports Authority of Thailand (Otoritas Olahraga Pemerintah Thailand).
Selengkapnya - Muay thai
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...