Selamat datang di komunitas petarung----disini tempat memberikan info dan teknik dalam beladiri ataupun pertarungan dari berbagai sumber

Tampilkan postingan dengan label Karate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karate. Tampilkan semua postingan

Sejarah Mas Oyama & Kyokushin hingga Kala Hitam

Kyokushin adalah sebuah aliran karate yang didirikan oleh Masutatsu Oyama. Aliran ini menekankan latihan fisik dan full-contact kumite, yakni latih-tanding / "sparring" tanpa pelindung. Kyokushin memiliki arti kebenaran tertinggi, yang diyakini oleh Mas Oyama sebagaimana karate itu seharusnya diajarkan dan dipelajari.

Masutatsu Oyama lahir sebagai seorang Korea yang bernama Choi Hyung Yee. Sewaktu kecil di Korea, beliau mempelajari seni bela diri Korea yang bernama Chabee. Chabee mendapat pengaruh dari seni bela diri Tiongkok "Seni 18 Telapak Tangan" yang dikembangkan lebih lanjut oleh orang Korea menjadi Chabee. Sejak kecil, Choi Hyung Yee bukanlah seorang anak yang diam saja dan bersabar kalau diganggu. Beliau sering terlibat dalam perkelahian, apalagi kalau beliau atau teman-temannya diganggu. Kepribadian yang agresif inilah yang beliau wariskan ke Kyokushin menjadi sebuah aliran yang menekankan offense, dan pentingnya menjatuhkan lawan secepat mungkin.

Pada waktu Perang Dunia ke 2, Choi Hyung Yee pindah ke Jepang dan mendaftarkan diri sebagai mekanik pesawat tempur. Di Jepang, beliau tinggal bersama keluarga perantuan dari Korea dan mengadopsi nama keluarga mereka, Oyama. Pada saat itu banyak orang perantauan yang mengadopsi nama Jepang agar mudah berbaur dan diterima masyarakat Jepang. Setelah perang usai pada tahun 1945, beliau mempelajari karate Shotokan dari guru besar Gichin Funakoshi. Pada saat yang bersamaan, beliau bertemu dengan sesama perantauan dari Korea bernama So Nei Chu. So Nei Chu mewarisi Goju-Ryu dari Gogen Yamaguchi, dan Mas Oyama mempelajari Goju-Ryu dari So Nei Chu.

Sewaktu di Jepang, kepribadian yang agresif dan tidak mau kalah masih melekat kuat pada diri Oyama muda. Di Tokyo, beliau sering terlibat perkelahian dengan para gangster Jepang maupun tentara Amerika yang bertugas di Jepang. Beliau pernah secara tidak sengaja membunuh seorang gangster Jepang yang terkenal ahli menggunakan pisau (Akhirnya beliau dibebaskan dari tahanan dengan alasan membela diri). Oyama juga dijuluki "Superman dari Timur" oleh masyarakat setempat karena sering membela orang-orang lokal dari tentara Amerika yang berbuat onar. Setelah beberapa saat, Tokyo menjadi tidak aman lagi bagi Mas Oyama, karena beliau dicari oleh banyak pihak yang ingin membalas perbuatannya. Atas saran So Nei Chu, Mas Oyama akhirnya mengasingkan diri ke sebuah gunung untuk merenungkan tujuan hidupnya.

Selama dalam pengasingan, beliau hidup sebagai layaknya seorang Yamabushi (Prajurit Biksu). Menghadapi kerasnya tempaan alam, beliau banyak mendapat inspirasi dari kisah hidup Miyamoto Musashi, seorang ahli pedang tersohor di Jepang. Setiap hari beliau berlatih mendalami ilmu bela diri serta bermeditasi untuk merenungkan hidupnya. Setelah beberapa saat, beliau merasa latihan di gunung sudah cukup dan memutuskan untuk turun ke kota.

Mas Oyama mengikuti kejuaraan karate dan menjadi juara. Akan tetapi, beliau masih merasa kecewa dengan kemampuan yang dimilikinya. Merasa masih belum mampu menerapkan apa yang telah dipelajarinya pada pertarungan yang sesungguhnya, Mas Oyama mencukur habis rambutnya dan sekali lagi naik ke gunung untuk berlatih.

Setelah lebih dari setahun di gunung, Mas Oyama akhirnya turun untuk menguji hasil dari latihannya. Di sebuah desa, ada seekor banteng yang akan dijagal. Beliau meminta ijin untuk menjatuhkan banteng tersebut dengan tangan kosongnya. Akan tetapi, beliau gagal pada usaha pertamanya. Setelah dipukul, banteng tersebut marah dan mengobrak-abrik kerumunan orang-orang di sekitarnya. Mas Oyama tidak menyerah. Beliau berhari-hari mempelajari banteng-banteng tersebut. Setelah itu, beliau mencobanya lagi. Banteng tersebut jatuh dengan sekali pukul ke arah kepalanya. Berita tentang seorang karateka menjatuhan banteng dengan kepalan tangannya menyebar dengan cepat. Selain itu, beliau juga mengadakan perjalanan keliling Asia Tenggara mengadakan demo dan menantang banyak aliran di dalam maupun luar Jepang. Hal ini menimbulkan banyak sensasi dan mempopulerkan Karate di dunia internasional.

Dengan modal ketenaran inilah, Mas Oyama lalu mendirikan sebuah dojo karate di Tokyo. Karate di dojo ini menekankan pentingnya latihan full-contact kumite (latih-tanding tanpa pelindung). Menurut beliau, full contact kumite merupakan hal yang penting untuk mengasah semangat dan ketrampilan berkelahi. Hal ini sempat menimbulkan ketegangan dengan tetua-tetua dari aliran karate lain yang berpendapat bahwa praktek aplikasi karate secara langsung itu berbahaya dan tidak perlu.

Puncak ketegangan ini muncul pada tahun 1960an. Pada waktu itu, petinju Muay Thai menyatakan bahwa Thai Boxing adalah seni bela diri yang terkuat, dan ia telah mengalahkan banyak wakil aliran bela diri, termasuk karate Jepang (Pada waktu itu, karate sedang populer di dunia internasional, dan petinju Muay Thai ini ingin memanfaatkan kesempatan untuk mencari nama). Petinju Muay Thai tersebut meminta wakil resmi dari Jepang untuk menjawab tantangannya. Sikap resmi dari aliran-aliran Karate di Jepang adalah untuk tidak melayani tantangan tersebut, karena tujuan dari Karate adalah untuk membina mental dan salah satu dari perwujudan penempaan mental tersebut adalah untuk menghindarkan dari perkelahian yang tidak perlu. Akan tetapi, Mas Oyama berpendapat bahwa Karate memang bukan untuk mencari masalah. Tetapi apabila masalah itu datang dengan sendirinya, lari dari masalah adalah tindakan pengecut. Beliau mengirim 3 murid terbaiknya ke Thailand untuk bertanding dengan aturan Muay Thai. 2 dari 3 muridnya tersebut menang dan mereka kembali ke Jepang dielu-elukan sebagai pahlawan yang mengangkat harga diri Jepang. Hal ini menambah ketegangan antara aliran Oyama ini dengan aliran-aliran Karate yang lain, sehingga banyak aliran lain yang menjuluki aliran Oyama sebagai "bukan Karate" dan "ilmunya para berandalan".

Mas Oyama tidak ambil pusing atas tanggapan tersebut. Beliau secara resmi mendirikan Kyokushin yang berarti kebenaran tertinggi yang beliau yakini sebagaimana Karate seharusnya diajarkan dan dipelajari. Beliau mengadakan turnamen-turnamennya sendiri merespon dilarangnya Kyokushin mengikuti pertandingan-pertandingan Karate. Meski di-'anak-tiri'-kan, Kyokushin berkembang pesat di dalam maupun di luar Jepang, terutama karena beberapa generasi pertama Kyokushin banyak menantang berbagai aliran bela diri di Asia maupun di negara-negara Barat.

itu adalah sebuah kisah tentang perjalanan lahirnya karate kyokushin yang pada akhirnya telah merambah ke Indonesia dan Jogjakarta pada khususnya..sebagai salah satu contoh yang telah berhasil mengembangkan karate kyokushin adalah KALA HITAM KYOKUSHINKAI-KAN yang berpusat di dojo UJB (Universitas Janabadra).
Selengkapnya - Sejarah Mas Oyama & Kyokushin hingga Kala Hitam

Karate

Hanashiro Chomo.jpg
Tingkat kekerasan

Kontak penuh

Seni pendahulu




Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).


Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.

Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".

Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".


Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:

  1. Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.


Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).

Kihon

Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.

Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.

Kata

Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.

Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.


Kumite

Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.


Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.

Untuk aliran "kontak langsung" seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.

Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :
  1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
  2. Kata (jurus) putera dan puteri

Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.

Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.

Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.

Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:

  • Shotokan : Kankudai dan Jion.
  • Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
  • Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

Luas lapangan

  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.
Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

Peralatan dalam pertandingan karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate

  1. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  2. Pelindung tangan
  3. Pelindung tulang kering
  4. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:

    • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
    • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
    • Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
  6. Peluit untuk arbitrator/alat tulis
  7. Seragam wasit/juri

    • Baju putih
    • Celana abu-abu
    • Dasi merah
    • Sepatu karet hitam tanpa sol

  8. Papan nilai
  9. Administrasi pertandingan
  10. Lampu merah, hijau, kuning sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatat waktu (stop watch).
Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.

Falsafah Karate

Rakka (Bunga yang berguguran)
Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan menumbuk muka, si pengamal karate boleh menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, ia boleh mematahkan tangan yang menumbuk itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.

Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)
Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danautersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.

Aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.

Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam "4 besar JKF" adalah sebagai berikut:

Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa "dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan". Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.

Shito-ryu

Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.

Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan kadang-kadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.

Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam "4 besar JKF" antara lain adalah:

Kyokushin

Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik didalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa mempopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo), aliran ini juga sering dikenal sebagai salah satu aliran karate paling keras. Aliran ini menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.

Shorin-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

Uechi-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).

Selengkapnya - Karate

Penerapan teknik karate dalam beladiri part 5

Bab ini diilhami oleh naskah kuno orang Okinawa bernama Bubishi. Ini bukan berarti saya akan menunjukkan secara detail ke 48 teknik tsb.
Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan keanekaragaman teknik karate – seperti serangan, tendangan, kuncian, lemparan, penghalang dan memegang. Selanjutnya, jika kita hanya menganalisis satu teknik, disitu ada banyak variasi tergantung gaya yang dianut dan tradisi atau dari sudut pandang seorang guru. Berikut ini adalah pandangan saya, berdasarkan bertahun-tahun praktek, penelitian dan seminar.
Saya akan merekomendasikan kepada anda semua untuk membaca Bubishi dan Funakoshi Tote jutsu.
Semua teknik yang ditunjukkan di sini dapat ditemukan dalam kata. Jika Anda berlatih Shotokan atau beberapa gaya modern lainnya, maka mungkin Anda akan berpikir bahwa banyak dari teknik ini kejam dan "kotor". Namun, teknik yang disebut kejam dan kotor ini adalah benar-benar teknik karate Okinawa yang asli.


Stanic Milos

Fumi Kiri

dasar membanting



Ini adalah teknik bantingan dasar. Gichin Funakoshi menggunakan istilah "byubodaoshi" (Karate do kyohan). gambar serupa juga ada di Bubishi.



Point disini adalah untuk menyapu kaki lawan. Anda dapat melakukan teknik ini dengan beberapa cara berbeda - Anda dapat mendorong dagunya ke atas, atau memegang tenggorokannya, atau Anda bisa mengambil bahunya dan menggunakan siku Anda untuk menghancurkan wajahnya.



Tips: Setelah lawan sedang jatuh, Anda bisa KO dia dengan tetsui uchi (serangan palu). sangat penting untuk memegang lengan lawan, sehingga Anda bisa mengontrol dia.


Referensi kata: Anan, Passai, Kushanku






Udewa

"Ambil kaki" menjatuhkan


Ada gambar yang tepat dari teknik ini dalam Bubishi.

Cara termudah untuk menjatuhkan lawan di atas lantai adalah dengan merebut kakinya. Anda harus ambil pergelangan kaki dan dorong lalu putar  lututnya. Udewa adalah respon yang baik ketika seseorang mencoba untuk memegang anda.


Tps: Anda harus selalu melihat lututnya.




Referensi kata: Sanseiru (Uechi ryu)






Tsubamagaeshi

membuatnya terbang seperti burung Walet


Gichin Funakoshi memberi nama teknik ini "burung Walet terbang ", Teknik ini sangat mirip dengan Aikido kote gaeshi (kuncian pergelangan tangan). Namun, Karate Okinawan memiliki versi lain pada teknik ini. Anda dapat membanting seseorang jika Anda mengambil lengannya kemudian  terbalik dengan tiba2 dan tenggelam ke bawah.


Teknik ini membutuhkan kecepatan. Anda dapat menggunakan teknik  melempar  ini sebagai
 pertahanan terhadap serangan klub atau tusukan  pisau.



 Tips: jangan gunakan tangan anda, jika kaki anda bergerak dengan benar, kekuatan yang sangat kecil saja, cukup membuat jatuh lawan .
Referensi kata: Kushanku




Unshu Geri

"Gunting" menjatuhkan


Teknik ini adalah permata karate Okinawa. Hal ini diawetkan dalam kata Unshu, yang telah diberikan kepada kita oleh guru besar Seisho Arakaki.



Anda harus gesit untuk melakukan tendangan ini dengan baik. Teknik jatuh dengan tiba-tiba digunakan untuk menghindari serangan lawan. Tendangan  selalu ditujukan pada selangkangan lawan. Bagian yang paling manis  adalah bahwa Anda dapat menggunakan kembali tendangan anda (hiki-ashi) sebagai "gunting" menjatuhkan.





Tips: Anda dapat menggunakan unshu Geri  untuk mempertahankan diri ketika Anda berada di lantai. Gunakan tendangan untuk menangkis kaki lawan.


Referensi kata: Unshu









sumber: www.karateblogger.com
Selengkapnya - Penerapan teknik karate dalam beladiri part 5

Penerapan teknik karate dalam beladiri part 4

Bab ini diilhami oleh naskah kuno orang Okinawa bernama Bubishi. Ini bukan berarti saya akan menunjukkan secara detail ke 48 teknik tsb.
Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan keanekaragaman teknik karate – seperti serangan, tendangan, kuncian, lemparan, penghalang dan memegang. Selanjutnya, jika kita hanya menganalisis satu teknik, disitu ada banyak variasi tergantung gaya yang dianut dan tradisi atau dari sudut pandang seorang guru. Berikut ini adalah pandangan saya, berdasarkan bertahun-tahun praktek, penelitian dan seminar.
Saya akan merekomendasikan kepada anda semua untuk membaca Bubishi dan Funakoshi Tote jutsu.
Semua teknik yang ditunjukkan di sini dapat ditemukan dalam kata. Jika Anda berlatih Shotokan atau beberapa gaya modern lainnya, maka mungkin Anda akan berpikir bahwa banyak dari teknik ini kejam dan "kotor". Namun, teknik yang disebut kejam dan kotor ini adalah benar-benar teknik karate Okinawa yang asli.


Stanic Milos



Kinteki Geri

Tendangan selangkangan sebagai pertahanan melawan tendangan


Ketika seseorang mencoba untuk menendang Anda, jangan berupaya untuk menangkisnya. Pelanggaran adalah pertahanan terbaik, jadi tendang selangkangan  dia.


Kinteki Geri dilakukan selalu dengan kaki depan Anda. Hal ini cepat dan akurat, cambukan tendangan. Melangkah  ke samping dan tangkis tendangan lawan dengan gedan haito uke.



Tips: Jangan mencoba untuk menggunakan kekuatan terlalu banyak, karena akan memperlambat tendangan Anda. Anda tidak perlu terlalu banyak menggunakan kekuatan untuk menendang seseorang di pangkal paha. Anda hanya harus sangat cepat dan akurat.




Referensi kata: Chinto, Anan






Tobi Geri

tendangan terbang


Tobi Geri ditemukan dalam banyak bentuk di karate Okinawa. Ini adalah teknik yang sangat efektif. Semua teknik tendangan karate Okinawa biasanya digunakan pada wilayah dada kebawah. dada. Namun, tendangan ini ditujukan untuk kepala lawan. Anda dapat menggunakan Tobi Geri bila Anda terpojok (berada di sudut) atau ketika belakang anda ada dinding.



Tips: Teknik terdiri dari dua tendangan depan. Tendangan pertama digunakan sebagai samaran dan sebagai cara yang efektif untuk mengambil jarak. Kedua tendangan dilakukan di udara.



Referensi kata: Kushanku, Chinto




Gedan Uchi

merobohkan


Teknik ini merupakan bagian dari urutan utama dalam kata Kushanku. Point disini adalah untuk mengalahkan lawan yang sudah jatuh ke tanah. Setelah teknik melempar, selesaikan dengan serangan kuat ke wajah. Gunakan berat badan Anda untuk memperkuat daya serangan.


Tips: belakang anda sebaiknya selalu lurus.




Referensi kata: Kushanku






Moroto  Teisho Uchi

 Pukulan keras ke telinga
 

Ini teknik sederhana, namun sangat efektif. Ketika dihadapkan dengan seseorang yang mencoba memegang anda Anda, cepat serang  telinganya dengan kedua telapak tangan. gendang telinga Lawan pasti akan sangat sakit.

Teknik ini juga diilustrasikan dalam Bubishi.



Tips: Ambil rambut lawan dan leher lalu banting dia ke tanah dengan menggunakan manipulasi kepala.



Referensi kata: Seisan




Empi Uchi

serangan sikut



 Ini adalah variasi dari serangan sikut.Serangan Sikut adalah sangat kuat. Hal ini digunakan untuk menghancurkan muka lawan atau untuk mematahkan tulang rusuknya.





Tips: Anda dapat menghancurkan wajahnya dengan hiraken (buku-buku jari depan) atau menusuk kantung matanya dengan kakushite (paruh bangau). Ini cukup sederhana ketika serangan sikut muncul, kemudian disusul belakangan oleh pukulan hiraken . Uechi ryu menggunakan kombinasi ini.


Referensi kata: seisan uechi, sanseiru



Ushiro Teisho Uchi

Serangan telapak tangan


Telapak tangan  bisa sangat berguna ketika seseorang mencoba untuk mendekap Anda dari belakang. Cukup, ambil langkah samping dan hancurkan pangkal pahanya dengan telapak tangan. Gunakan tangan anda yang lain untuk melunakkan pegangannya. Teknik ini juga diilustrasikan dalam Bubishi.


Tips: selain  penyerangan tadi, Anda dapat juga menggenggam dan merobek testis penyerang.



Referensi kata: Seisan, Kushanku





Kinteki Tsuki

Turun kebawah dan meninju


Kadang-kadang, ketika penyerang mencoba untuk mengambil, memukul atau mendorong Anda, cepat turunkan lutut Anda dan tinju dia ke arah pangkal paha. Ini adalah teknik jalanan yang benar.


Tips: Gunakan tangan Anda yang lain untuk melindungi wajah Anda dari pukulannya atau dari lututnya.



Referensi kata: Chinto


Teisho Uchi


menampar wajah


Teknik ini merupakan teknik yang sangat mendasar dalam Shorin ryu. Gunakan tangan depan Anda untuk menyerang wajah penyerang. Melangkah ke samping (Tenshin) menjadi  posisi kuda2 kucing (neko ashi) dan tangkis kembali dengan tangan anda.


Dalam hubungannya dengan telapak tangan, anda dapat dengan mudah menggunakan pisau tangan (Shuto) dan menyerang tenggorokannya.


Tips: Lanjutkan dengan turun ke bawah (osoto gari) atau dengan kunci siku.



Referensi kata: Pasai



Kinteki Tsuki II

genggam dan robek

Anda selalu harus waspada dalam jarak dekat. Penyerang biasanya selalu lebih dari anda dan gulat adalah wilayahnya. Dalam Shorin ryu, Anda selalu menghindari upaya penyerang untuk mengambil Anda. Namun, terkadang Anda tidak punya pilihan lain. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus mencoba untuk merebut alat kelamin penyerang sehingga ia membiarkan Anda pergi.



Tips: Anda dapat menggabungkan penggunaan sikut atau uraken dengan teknik ini.


Referensi kata: Chinto, Pasai


  
 
sumber:www.karateblogger.com
Selengkapnya - Penerapan teknik karate dalam beladiri part 4

Penerapan teknik karate dalam beladiri part 3

Bab ini diilhami oleh naskah kuno orang Okinawa bernama Bubishi. Ini bukan berarti saya akan menunjukkan secara detail ke 48 teknik tsb.
Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan keanekaragaman teknik karate – seperti serangan, tendangan, kuncian, lemparan, penghalang dan memegang. Selanjutnya, jika kita hanya menganalisis satu teknik, disitu ada banyak variasi tergantung gaya yang dianut dan tradisi atau dari sudut pandang seorang guru. Berikut ini adalah pandangan saya, berdasarkan bertahun-tahun praktek, penelitian dan seminar.
Saya akan merekomendasikan kepada anda semua untuk membaca Bubishi dan Funakoshi Tote jutsu.
Semua teknik yang ditunjukkan di sini dapat ditemukan dalam kata. Jika Anda berlatih Shotokan atau beberapa gaya modern lainnya, maka mungkin Anda akan berpikir bahwa banyak dari teknik ini kejam dan "kotor". Namun, teknik yang disebut kejam dan kotor ini adalah benar-benar teknik karate Okinawa yang asli.


Stanic Milos



Tomoe  Nage
Roda Besar


Teknik ini diilustrasikan dalam Bubishi kuno. Ada kemungkinan bahwa ini adalah salah satu variasi dari kata Unshu.



Tomoe Nage adalah istilah ju jutsu, juga dikenal sebagai "pengorbanan melempar". Point disini adalah jatuh di tanah dan melontarkan lawan di atas kepala Anda.



Teknik ini sangat efektif jika Anda dihadapkan melawan lawan kuat yang mencoba untuk mendorong Anda dengan memegang kerah Anda.



Referensi kata: Unshu
Simak
Baca secara fonetik

Kamus - Lihat kamus yang lebih detail

Terjemahkan situs web mana pun

Lakukan banyak hal dengan Google Terjemahan





Mawashi Empi

Serangan Sikut Melengkung



Satu lagi teknik sikutan. Variasi ini digunakan ketika penyerang berada di depan Anda.


menangkis serangan lawan, geser menjadi jarak dekat dan layangkan serangan sikut ke wajahnya.



Tips: Gunakan tangan Anda yang lain untuk menahan kepala lawan atau rambut dan menariknya ke sikut yang menyerang. Dengan cara ini Anda akan melipatgandakan efektivitas teknik.




Referensi kata: Kushanku




Hiraken

cakar beruang


Ini adalah penerapan pukulan gaya kuno , dikenal juga dengan sebutan Kuma-di ("kaki beruang ").

Point disini adalah dengan menggunakan buku-buku jari depan Anda ketika menyerang wajah lawan. Teknik ini ditemukan dalam berbagai bentuk. Berikut ini digambarkan aplikasi dari kata Sanseiru. Buku-buku jari depan digunakan untuk menyerang di wajah, rusuk dan tangan.



Tips: Anda tidak perlu menggunakan seluruh massa tubuh Anda untuk serangan ini. Hiraken digunakan untuk mencambuk, seperti pukulan belakang dan oleh karena itu cocok dalam konfrontasi jarak dekat.



Kata referensi: Sanseiru, Jion


Tuite

Tangan Naga




Istilah tuite atau torite menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tidak ada definisi yang tepat dari tuite. Kita dapat mengatakan bahwa tuite adalah gambaran secara keseluruhan dari berbagai kumpulan teknik seperti mengambil-menarik-menusuk-merobek yang tersembunyi dalam bentuk2 karate Okinawa. Tehnik mirip jiu-jitsu ini sering bukan bagian dari kurikulum resmi. Mereka seperti rempah-rempah, Anda menambahkan sedikit sesuai dengan selera Anda, tapi bukan makanan utama anda. Ini adalah masalah pengalaman atau keahlian.



Jari
Ada banyak variasi teknik penguncian jari. Biasanya Anda akan terlalu-memperpanjang atau terlalu-memutar jari. Jempol dapat juga tertekuk berlebihan. Ini adalah teknik yang sangat menyakitkan yang akan membantu Anda untuk benar-benar menundukkan lawan Anda.


Jambakan Rambut
Ini merupakan suatu teknik pertempuran yang sangat universal. Gaya potongan  rambut pendek sangat umum saat ini, tapi di masa lalu 99% penduduk memiliki rambut yang panjang dan teknik ini sangat efektif. Point di sini adalah untuk merebut, memutar dan tarik. Anda dapat menggunakan menjambak rambut untuk melemparkan lawan ke tanah atau untuk menyerang wajahnya.

 Menusuk

Anda dapat menusuk mata , lekukan jugularis, di bawah rahang atau ketiak lawan. Tusukan sangat menyakitkan, tetapi ini tidak akan dapat menghentikan penyerang Anda. Tusukan ini digunakan tidak lebih seperti teknik mengganggu.






 Menyobek

Dalam Okinawa karate sangat penting untuk memperkuat jari dan tangan anda. Dalam jarak dekat Anda dengan mudah dapat merobek tenggorokan atau alat kelamin lawan. Anda juga dapat merobek kulit lawan untuk  mengganggunya (trisep, paha, sisi perut).
Simak
Baca secara fonetik
Teknik Kotor

Ada banyak trik kotor di karate, biasanya ditularkan secara lisan sebagai teknik tersembunyi dari kata. Beberapa contoh: serangan ke kepala, melempar ke mata lawan, pura-pura menyerah (suirakan Kamae - Pasai), berpura-pura mabuk (useishi).


 Kuncian Sendi

Didalam  kenyataan jika lawan tidak mau menyerah, Anda hanya akan meringkusnya dengan teknik penguncian sendi yang menyakitkan. Memutar dan mematahkan sikut atau tangan. Teknik penghalang  juga sangat baik sebagai teknik pengendalian.
Simak
Baca secara fonetik
Simak
Baca secara fonetik



Simak
Baca secara fonetik
Simak
Baca secara fonetik
 
sumber:www.karateblogger.com
Selengkapnya - Penerapan teknik karate dalam beladiri part 3

Penerapan teknik karate dalam beladiri part 2

Bab ini diilhami oleh naskah kuno orang Okinawa bernama Bubishi. Ini bukan berarti saya akan menunjukkan secara detail ke 48 teknik tsb.
Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan keanekaragaman teknik karate – seperti serangan, tendangan, kuncian, lemparan, penghalang dan memegang. Selanjutnya, jika kita hanya menganalisis satu teknik, disitu ada banyak variasi tergantung gaya yang dianut dan tradisi atau dari sudut pandang seorang guru. Berikut ini adalah pandangan saya, berdasarkan bertahun-tahun praktek, penelitian dan seminar.
Saya akan merekomendasikan kepada anda semua untuk membaca Bubishi dan Funakoshi Tote jutsu.
Semua teknik yang ditunjukkan di sini dapat ditemukan dalam kata. Jika Anda berlatih Shotokan atau beberapa gaya modern lainnya, maka mungkin Anda akan berpikir bahwa banyak dari teknik ini kejam dan "kotor". Namun, teknik yang disebut kejam dan kotor ini adalah benar-benar teknik karate Okinawa yang asli. 


Stanic Milos



 Bangau mengibarkan Sayap
shuto ashi harai



Ini adalah  salah satu cara menggunakan teknik Shuto no Kamae dari kata Kushanku.
Gunakan tangan depan Anda untuk menangkis serangan tangan lawan  dan merebut dengan tangan belakang Anda. Bersamaan dengan itu menyerang wajahnya dengan  Shuto, lalu anda melakukan  sapuan dengan paha ke kaki  lawan.


Teknik serupa ditampilkan di Bubishi. Seperti banyak teknik dan variasi di Okinawa karate teknik ini tidak memiliki nama, jadi saya akan menggunakan nama yang deskriptif dari Bubishi dan naskah Cina lainnya.

 
Tips: Serangan  ke kepala lebih seperti menekan.




Referensi kata: kushanku




Paruh Bangau


kakushiken




Ujung jari bisa sangat berbahaya untuk membela diri. Meskipun ada banyak teknik jari karate Okinawa, kakushiken uechi ryu adalah salah satu favorit saya. Teknik menyodok bertujuanpada sasaran lunak - mata, leher, persimpangan jugular

Tips: Anda juga dapat menggunakan teknik ini untuk membela diri  terhadap lawan yang mendekap anda dari belakang. Aplikasi ini merupakan bagian dari Seisan kata.
 


Referensi kata: Sanseiru, Seisan


Belalang Pemangsa

shukouken



Bentuk ini merupakan bagian dari kata Anan (ryueiryu). Hal ini juga ditemukan dalam suparinpei kata.

Senjata ini juga dikenal sebagai "kepala bangau".


Tips: Gunakan tangan belakang Anda untuk melakukan teknik kuncian bersama dan daripada menghancurkan wajahnya.


Referensi kata:Anan, Superinpei





Tora Guchi

mulut harimau


Tora guchi adalah teknik yang umum di karate Okinawa. Sikap Ini selalu dilakukan dengan kuda2 neko ashi-Dachi (sikap kucing). Point disini adalah dengan menggunakan tangan Anda dalam konfrontasi jarak dekat untuk merebut tenggorokan lawan atau testis. Ini adalah respon yang sangat efektif dalam jarak dekat.




Yoko Empi 

Pukulan sisi siku 

 
Yoko EMPI uchi adalah teknik yang sangat umum. Maksud sebenarnya dari teknik ini  adalah untuk membela diri dari dekapan  lawan  dari arah belakang.

serangannya ditujukan ke wajah lawan.

Tips: Hal ini sangat penting untuk menangkap lengan lawan sehingga Anda dapat melakukan hikite (menariknya menjadi suatu serangan).
 


Referensi kata: Kushanku, Anan






                                                                                                                                                                           
 sumber:www.karateblogger.com

Selengkapnya - Penerapan teknik karate dalam beladiri part 2

Penerapan teknik karate dalam beladiri

Bab ini diilhami oleh naskah kuno orang Okinawa bernama Bubishi. Ini bukan berarti saya akan menunjukkan secara detail ke 48 teknik tsb.
Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan keanekaragaman teknik karate – seperti serangan, tendangan, kuncian, lemparan, penghalang dan memegang. Selanjutnya, jika kita hanya menganalisis satu teknik, disitu ada banyak variasi tergantung gaya yang dianut dan tradisi atau dari sudut pandang seorang guru. Berikut ini adalah pandangan saya, berdasarkan bertahun-tahun praktek, penelitian dan seminar.
Saya akan merekomendasikan kepada anda semua untuk membaca Bubishi dan Funakoshi Tote jutsu.
Semua teknik yang ditunjukkan di sini dapat ditemukan dalam kata. Jika Anda berlatih Shotokan atau beberapa gaya modern lainnya, maka mungkin Anda akan berpikir bahwa banyak dari teknik ini kejam dan "kotor". Namun, teknik yang disebut kejam dan kotor ini adalah benar-benar teknik karate Okinawa yang asli. 


Stanic Milos



SOKUTO Geri 
Serangan pada Lutut


Teknik ini cukup langka di Shorin ryu. Namun, tidak begitu langka di Goju dan sekolah Uechi. Point di sini adalah untuk mematahkan lutut lawan dalam konfrontasi jarak dekat.

Hal ini sangat penting untuk menggunakan hikite (tarik berlawanan dengan tangan Anda) dan menggunakan seluruh berat badan . Ini adalah teknik sangat menghancurkan. Bahkan jika Anda melewatkan lutut lawan, Anda dapat menghancurkan shin nya atau kaki.

Tips: Ketika melakukan sokuto jangan melihat ke bawah, karena ini akan mengungkapkan niat Anda. tetap pandang   mata lawan.




Referensi kata: Pasai, Anan, Sanseiryu
ORANG TUA MEMIKUL IKAN
Juji Uke 



Teknik kunci siku adalah bagian dari kata kushanku. Gerakan dalam kata ditampilkan sebagai jodan juji uke  dan berbalik. gambar serupa ada di Bubishi.

Anda dapat menggunakan kunci ini sebagai pertahanan melawan pukulan roundhouse atau serangan pisau. Hal ini sangat penting untuk memegang lengan lawan dengan sangat kuat.

 

Tips: Daripada mematahkan sikutnya, Anda dapat mengambil kedua lengan dan melemparkan dia 


Referensi kata: Kushanku
EKOR NAGA  

Teknik melepaskan diri


Ini adalah aplikasi dari ryu no shita kamae- "sikap
pertempuran  lidah Naga" (kushanku).

Ketika seseorang mencoba untuk menangkap dan memelintir tangan Anda, Anda harus membalikan tubuh anda  dan cambuk wajahnya dengan "tangan besi" (tetsui).


Tips: Anda harus dekat dengan lawan, sehingga tetsui Anda dapat mencapai wajahnya.

Referensi kata: Seisan, Kushanku


SOKUMEN Geri 

tombak kaki



Teknik ini lebih banyak digunakan di masa lalu. Ujung kaki digunakan sebagai bidang kontak ketika menendang ke perut lawan.

Meskipun Geri sokumen terlihat tidak praktis dan menyakitkan, pada kenyataannya sangat efektif. Tentu saja, tendangan ini lebih berbahaya ketika Anda memiliki sepatu.

Tips: Anda tidak dapat menggunakan kekuatan yang sama  pada sokumen Geri  seperti halnya dalam mae Geri yang sederhana. Ini adalah kesalahan yang paling umum. Tentang kekuatannya, Anda harus sangat cepat dan akurat.


Refrence kata: Useishi, Chinto ...


SHOKEN

mata phoenix


Dalam Karate Okinawa Kuno, Shoken adalah tehnik paling mendasar.

Namun, shoken saat ini digantikan oleh "kepalan sederhana" (sei-ken), karena lebih mudah bagi pemula untuk belajar.
Sho-ken sangat menyakitkan ketika menyerang batang lawan . Sei-ken harus digunakan ketika menyerang hidung lawan, namun efektivitasnya terhadap batang lawan relatif kecil jika dibandingkan dengan shoken.

Kyusho: tenggorokan, ketiak, solar plexus, persimpangan jugularis, sternum (tulang dada).


Tips: Anda tidak perlu pukulan keras dengan shoken. Sebaliknya, Anda harus lebih fokus pada putaran pertama. Dengan rotasi yang tepat Anda akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Referensi kata: Seisan






                                                                                                                                                                            

 sumber:www.karateblogger.com
Selengkapnya - Penerapan teknik karate dalam beladiri
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...